Masih Hadapi Tekanan, Ini Strategi BI Jaga Stabilitas Rupiah
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memastikan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
BI mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).
“Dalam kaitan ini, Bank Indonesia telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada Bank Indonesia) dan DNDF, dari semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam RDG Edisi September, Rabu (23/9/2026).
Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar rupiah menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global.
Nilai tukar rupiah pada 22 September 2026 tercatat Rp17.855 per USD, melemah terbatas 0,78 persen (ptp) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2026. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan nilai tukar rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen Bank Indonesia serta imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Destry.
(NIA DEVIYANA)








