Hong Kong Bangun Northern Metropolis, Pusat Ekonomi Baru Senilai Rp504,5 Triliun

Hong Kong Bangun Northern Metropolis, Pusat Ekonomi Baru Senilai Rp504,5 Triliun

Terkini | idxchannel | Senin, 14 September 2026 - 13:20
share

IDXChannel — Hong Kong tengah menjalankan proyek pembangunan skala besar di bagian utara bernama Northern Metropolis. 

Memiliki luas sekitar 30.000 hektare dan berbatasan langsung dengan Shenzhen, proyek ini dirancang untuk menampung perumahan, kawasan industri, pusat teknologi, fasilitas penelitian, serta infrastruktur logistik.

Dilansir dari AFP pada Senin (14/9/2026), nilai investasi diperkirakan mencapai sekitar USD28,6 miliar atau sekitar Rp504 triliun. 

Northern Metropolis diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang dapat menggenjot ekonomi Hong Kong. Kawasan tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 2,5 juta penduduk dan menyediakan sekitar 650.000 lapangan kerja ketika pembangunan selesai.

Lokasi yang berdekatan dengan Shenzhen menjadi salah satu faktor strategis. Pemerintah Hong Kong berharap kawasan tersebut dapat memanfaatkan kedekatan dengan salah satu pusat teknologi utama China itu sekaligus memperkuat jaringan keuangan dan pasar internasional Hong Kong. 

Northern Metropolis juga dirancang untuk memperkuat integrasi Hong Kong dengan kawasan Greater Bay Area.

Pembangunan tersebut dirancang untuk mengubah struktur ekonomi Hong Kong. Selama ini Hong Kong dikenal kuat sebagai pusat keuangan dan jasa profesional. Melalui Northern Metropolis, pemerintah ingin menambahkan sektor teknologi, riset, manufaktur bernilai tinggi, dan logistik sebagai sumber pertumbuhan baru.

Besarnya biaya pembangunan proyek ini diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Keberhasilan proyek akan bergantung pada kemampuan pemerintah Hong Kong menarik perusahaan, investor, dan tenaga kerja sehingga kapasitas ekonomi yang dibangun benar-benar digunakan.

Selain persoalan finansial, proyek ini juga memiliki dampak sosial yang besar. Sejumlah desa harus direlokasi untuk membuka lahan pembangunan. Terdapat pula potensi pengurangan lahan pertanian hingga habitat alami yang terdapat di wilayah tersebut. (Reporter: Birru Aisyah Shabrina) (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik