BNPB Ungkap Masih Ada 27 Titik Karhutla di Kalsel, Satgas Darat Diperkuat

BNPB Ungkap Masih Ada 27 Titik Karhutla di Kalsel, Satgas Darat Diperkuat

Terkini | idxchannel | Kamis, 10 September 2026 - 17:34
share

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah ini dilakukan setelah masih ditemukan 27 titik kebakaran atau firespot pada 9 September 2026.

Kepala BNPB Suharyanto memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). Dalam rapat tersebut, dia menyampaikan lima arahan strategis untuk mempercepat penanganan karhutla.

Dari 27 firespot tersebut, estimasi luas area terdampak mencapai 132,062 hektare. Sementara pemadaman oleh Satgas Darat baru mencapai sekitar 18,612 hektare, di luar pemadaman alami sekitar 4,27 hektare.

Sementara Satgas Udara berhasil memadamkan 32 hektare, di luar pemadaman alami yang mencapai 41 hektare.

Suharyanto menegaskan kekuatan utama pemadaman karhutla berada pada Satgas Darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan.

"Kekuatan utama untuk memadamkan api itu ada pada Satgas Darat. Semakin besar pasukannya, kita akan jauh lebih siap sehingga hasil pemadaman harian di lapangan bisa jauh lebih maksimal," ujar Suharyanto.

BNPB juga meminta seluruh peralatan pemadaman yang tersedia segera dikerahkan ke lokasi. Hal ini mencakup armada tangki air, mesin pompa, hingga alat pelindung diri (APD).

"Saya minta tidak ada lagi peralatan yang tersimpan di gudang BPBD Provinsi maupun Kabupaten dan Kota. Keluarkan semua bantuan armada tangki dan peralatan lainnya ke lapangan. Mendingan alat-alat itu berada di lokasi pemadaman daripada hanya tersimpan di gudang. Kalau kurang BBM atau operasional air, segera lapor ke kami, BNPB siap mendukung penuh," tegasnya.

Selain penguatan personel dan sarana prasarana, BNPB menekankan pentingnya akurasi data karhutla. Data hotspot dari satelit harus dibedakan dengan firespot atau titik kebakaran yang telah diverifikasi di lapangan.

Berdasarkan pemantauan satelit Sipongi Kemenhut per 9 September 2026, akumulasi luas lahan terbakar di Kalsel mencapai 8.019,63 hektare.

BNPB meminta publikasi mengacu pada data firespot dengan kategori high confidence yang telah diverifikasi di lapangan.

Penanganan kawasan gambut juga menjadi perhatian. Pemadaman di lahan gambut tidak cukup hanya dilakukan di permukaan, tetapi harus dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

"Meskipun secara data nasional luas karhutla tahun ini belum sebesar El Nino 2015 atau 2023, perhatian Bapak Presiden dan Pemerintah Pusat sangat luar biasa. Dukungan alutsista dari Kemenhan dan Mabes TNI terus mengalir, sehingga kesiapan kita di lapangan harus betul-betul optimal," tambah Suharyanto.

BNPB juga mewajibkan BPBD di tingkat kabupaten dan kota memperkuat integrasi data spasial serta pelaporan harian hingga tingkat tapak.

Delapan wilayah di Kalsel menjadi lokasi pemantauan karhutla, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tanah Laut.

"Kami yang di pusat tiap hari memantau, memotret dan mengecek satu-satu mana yang sudah padam dan mana yang masih menyala. Saya harap di tiap tingkat Kabupaten dan Kota juga seperti itu, rincian data harus siap dan dikuasai. Kalau data diikuti terus, setiap tugas pemadaman pasti betul-betul terlaksana dengan baik," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik