Reli Saham Dinilai Makin Butuh Dukungan Fundamental, Investor Harus Selektif
IDXChannel – Analis menilai momentum pasar domestik masih konstruktif. Namun, setelah reli kuat sejak awal semester II 2026, ruang kenaikan pasar selanjutnya semakin membutuhkan dukungan fundamental dan partisipasi yang lebih luas dari berbagai sektor.
Mirae Asset Sekuritas menilai kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah potensi normalisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026, suku bunga yang masih tinggi, serta inflasi yang berada pada level tinggi.
“Kami tetap konstruktif tetapi selektif, dengan pemilihan saham semakin penting setelah re-rating yang kuat,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, Rabu (9/9/2026).
Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), IHSG melemah 0,45 persen ke level 6.656. Nilai transaksi tercatat Rp4,25 triliun dengan volume perdagangan mencapai 10,16 miliar saham.
Meski terkoreksi, kinerja IHSG masih berada di zona positif. Dalam sepekan, IHSG naik 0,83 persen, sedangkan dalam sebulan terakhir telah melesat 3,85 persen.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas melihat sejumlah katalis yang dapat menjadi penggerak pasar berikutnya.
Salah satunya adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) atau consumer price index (CPI) pada 11 September 2026.
Konsensus memperkirakan inflasi headline AS berada di level 3,4 persen secara tahunan (YoY), sedangkan inflasi inti diproyeksikan mencapai 2,4 persen YoY.
Data tersebut akan menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS.
Selain itu, pergerakan harga komoditas di tengah konflik Timur Tengah juga menjadi katalis yang perlu diperhatikan.
Harga minyak yang kembali mendekati USD100 per barel berpotensi menopang saham sektor energi.
Sementara itu, harga tembaga yang mencetak rekor USD14.533 per ton memberikan katalis positif bagi saham-saham sektor logam.
Dari domestik, normalisasi aktivitas penerbangan setelah erupsi Anak Krakatau juga berpotensi menjadi katalis positif.
Sebelumnya, gangguan akibat erupsi tersebut berdampak terhadap hampir 3.000 penerbangan.
Meski demikian, risiko gangguan lanjutan terhadap aktivitas penerbangan tetap perlu dicermati oleh investor. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










