IHSG Melemah 0,14 persen, Mirae Asset Ungkap Sektor yang Jadi Andalan Asing

IHSG Melemah 0,14 persen, Mirae Asset Ungkap Sektor yang Jadi Andalan Asing

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 2 September 2026 - 17:54
share

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (2/9/2026), setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Meski demikian, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia masih melihat ruang penguatan IHSG, terutama jika akumulasi investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar khususnya sektor perbankan terus berlanjut.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun turun 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595. Pada penutupan perdagangan, sebanyak 282 saham menguat, 321 saham melemah dan 186 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp16,8 triliun dari 63,13 miliar saham yang diperdagangkan.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 6.625,39. Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp15,50 triliun, dengan volume perdagangan 60,81 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,37 juta kali.

Pergerakan IHSG tersebut terjadi sehari setelah indeks menguat 1,1 persen ke level 6.600 pada perdagangan 1 September 2026. Penguatan tersebut dipimpin sejumlah saham perbankan besar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Mirae Asset menilai penguatan saham-saham tersebut mencerminkan perbaikan market leadership menuju saham large-cap yang memiliki likuiditas lebih tinggi. Arus dana asing yang telah masuk sejak Agustus juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar domestik.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan akumulasi asing pada saham perbankan besar menunjukkan adanya perbaikan kepemimpinan pasar.

"Akumulasi asing pada saham-saham perbankan besar menunjukkan adanya perbaikan market leadership menuju large-cap yang lebih likuid. Dengan Rupiah yang relatif stabil dan koreksi SBN yang lebih terbatas dibandingkan UST, kami melihat backdrop domestik tetap konstruktif, meski kenaikan inflasi pangan dan tekanan yield global masih membatasi ruang bagi risk-on yang lebih agresif,” ujar Rully.

Di sisi lain, investor masih perlu mencermati perkembangan inflasi. Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 3,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dari 2,9 persen pada Juli 2026. Kenaikan terutama berasal dari sisi pasokan, khususnya harga pangan dan emas, bukan akibat tekanan permintaan yang meluas.

Secara bulanan, inflasi tercatat 0,2 persen (month-to-month/mtm), dengan kelompok makanan menjadi salah satu kontributor terbesar. Fixed Income Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa mengatakan tekanan inflasi perlu terus dipantau hingga akhir tahun karena terdapat risiko gangguan pasokan pangan.

"Meski inflasi meningkat, kami belum melihat indikasi kuat adanya tekanan inflasi yang bersifat luas dari sisi permintaan. Namun, risiko supply-side, terutama dari potensi El Niño yang tinggi hingga awal tahun 2027, dapat membuat Bank Indonesia tetap berhati-hati dalam menjaga stabilitas inflasi dan Rupiah,” ujar Jessica.

Mirae Asset memperkirakan inflasi berada di kisaran 3,0 persen-3,5 persen pada akhir 2026, dengan risiko kenaikan masih terbuka.

Sementara itu, pemulihan permintaan domestik masih berlangsung tidak merata. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali berada di zona kontraksi pada Agustus 2026 dengan level 49,8. Core inflation juga hanya meningkat tipis menjadi 1,93 persen yoy.

Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan inflasi belum sepenuhnya mencerminkan penguatan daya beli maupun pemulihan permintaan domestik yang solid.

Mirae Asset menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka, terutama apabila aliran dana asing ke saham-saham large-cap dan perbankan terus berlanjut. Namun, keberlanjutan penguatan pasar tetap bergantung pada stabilitas rupiah, pergerakan yield global, perkembangan inflasi, serta pemulihan permintaan domestik.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik