Iran Siapkan Balasan usai AS Perluas Sanksi Ekonomi
IDXChannel - Iran bersumpah akan membalas sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk makin mengisolasi Negeri Mullah tersebut.
Dilansir dari CNA pada Selasa (25/8/2026), sanksi baru itu diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin waktu setempat.
Dalam pengumumannya, Bessent mengatakan bahwa negara-negara yang terus berdagang dengan Iran berisiko dipaksa keluar dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
Meski demikian, pengumuman tersebut tak sekeras yang diperkirakan banyak pihak. Bessent tidak mengidentifikasi negara-negara yang menjadi sasaran atau mengungkapkan kapan sanksi baru tersebut akan berlaku.
Dia beralasan bahwa AS ingin memberi mereka waktu untuk mematuhi ketentuan baru tersebut.
Seusai pengumuman Bessent, Departemen Keuangan AS merilis sanksi baru terhadap 60 individu, entitas, dan kapal, tetapi daftar tersebut tidak termasuk lembaga keuangan China yang diduga memfasilitasi perdagangan minyak Iran.
“Tentu saja, musuh bermaksud melancarkan serangan teroris ekonomi terhadap kita, tetapi kita juga memiliki senjata kita sendiri dan tahu bagaimana memainkan permainan ini,” kata Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh kepada televisi pemerintah.
Ia juga mengatakan bahwa baik China maupun Rusia menentang langkah-langkah AS, dan memperkirakan negara-negara lain akan menentangnya. (Wahyu Dwi Anggoro)










