Vaksin Kanker mRNA Beri Hasil Positif, Saham Moderna Terbang 177 Persen

Vaksin Kanker mRNA Beri Hasil Positif, Saham Moderna Terbang 177 Persen

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:54
share

IDXChannel – Saham Moderna Inc (MRNA) melonjak lebih dari dua kali lipat pada perdagangan Rabu (19/8/2026) di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS), setelah data uji klinis tahap akhir yang menjanjikan dari terapi kanker mRNA personal hasil pengembangan bersama Merck & Co (MRK) mendorong investor memburu saham tersebut.

Saham Moderna terbang 176,97 persen dalam sehari ke USD174,38, level tertinggi dalam dua tahun.

Lonjakan tersebut menambah lebih dari USD30 miliar terhadap kapitalisasi pasar perusahaan. Volume perdagangan saham Moderna juga mencapai lebih dari 15 kali rata-rata 50 hari, berdasarkan data LSEG.

Melansir dari Reuters, terapi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Moderna membuktikan bahwa teknologi mRNA dapat berkembang di luar bisnis vaksin Covid-19 dan vaksin penyakit menular.

Perusahaan tengah berupaya membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Moderna baru-baru ini menambahkan vaksin flu ke dalam portofolionya dan terus mengembangkan vaksin eksperimental untuk sejumlah penyakit, termasuk norovirus dan Lyme.

Sejumlah analis sebelumnya menilai data vaksin kanker dapat menjadi katalis penting bagi Moderna sekaligus memperbaiki sentimen investor terhadap saham tersebut.

"Uji klinis yang berhasil memberi investor bukti lebih kuat bahwa teknologi mRNA memiliki masa depan yang signifikan di luar penyakit menular," kata global market strategist di eToro, Lale Akoner, dikutip Reuters.

Menurut Peter Andersen, pendiri Andersen Capital Management di Boston, investor juga mulai memperhitungkan potensi komersial terapi tersebut.

"Investor kemungkinan sedang mencoba memperkirakan tambahan pendapatan dan laba yang bisa dihasilkan obat tersebut jika benar-benar tersedia," ujar Andersen.

Menurutnya, terapi efektif untuk jenis kanker yang umum dapat menjadi sumber keuntungan yang "sangat besar" bagi Moderna.

Vaksin tersebut, intismeran, terbukti menurunkan risiko kekambuhan dan penyebaran kanker kulit ketika dikombinasikan dengan obat imunoterapi andalan Merck, Keytruda, dalam uji klinis tahap akhir.

Kabar tersebut turut mengangkat saham perusahaan bioteknologi lainnya. Indeks Nasdaq Biotech (NBI) naik 4,4 persen ke rekor tertinggi baru, terdorong oleh lonjakan saham Moderna.

Saham BioNTech yang tercatat di AS naik sekitar 20 persen, sementara Novavax (NVAX) menguat 6 persen.

Merck juga melonjak sekitar 12 persen dan mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Kenaikan saham Moderna turut memicu optimisme yang lebih luas terhadap perusahaan yang mengembangkan obat dengan teknologi serupa.

BioNTech, perusahaan bioteknologi asal Jerman yang turut memelopori pengembangan teknologi mRNA, tengah mengembangkan vaksin untuk kanker kolorektal dan pankreas.

Saham Roche, yang memiliki Genentech dan merupakan mitra BioNTech dalam pengembangan vaksin kanker personal, naik 1,8 persen.

Sementara itu, saham perusahaan bioteknologi asal Prancis, Transgene, yang mengembangkan vaksin kanker personal dengan menggunakan viral vector, bukan mRNA, melonjak 15 persen.

Meski demikian, sejumlah analis menilai respons pasar terhadap keberhasilan vaksin tersebut berlebihan.

"Saham-saham ini bereaksi seolah-olah vaksin tersebut akan digunakan setelah setiap operasi kanker, dan menurut saya itu merupakan ekspektasi yang terlalu berlebihan," kata analis Leerink Partners Daina Graybosch, seperti dikutip The Wall Street Journal.

Leerink Partners kini memperkirakan potensi penjualan terapi tersebut mencapai sekitar USD1,4 miliar pada 2032, naik dari proyeksi sebelumnya yang mencapai USD1,2 miliar. (Aldo Fernando)

Topik Menarik