Mark Zuckerberg Dituduh Bohong Soal Keamanan Anak di Facebook dan Instagram

Mark Zuckerberg Dituduh Bohong Soal Keamanan Anak di Facebook dan Instagram

Terkini | idxchannel | Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:24
share

IDXChannel - CEO Meta Mark Zuckerberg dituduh berbohong soal komitmennya terhadap keamanan anak yang menggunakan platform media sosial Facebook dan Instagram.

Menurut mantan karyawan senior Meta Arturo Bejar, perusahaan itu tidak serius menjaga keselamatan anak di platform media sosialnya.

Dilansir dari Anadolu Agency pada Kamis (20/8/2026), Bejar menjadi saksi dalam persidangan terkait gugatan sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS) terhadap Meta.

Sebanyak 29 negara bagian menuduh Meta sengaja membuat anak-anak kecanduan platform media sosialnya, tuduhan yang dibantah raksasa teknologi  itu.

Bejar, mantan insinyur keamanan Meta, mengatakan kepada para juri bahwa perusahaan tersebut mengetahui produk-produknya dapat membahayakan anak-anak.

Menurutnya, ia telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran kepada para eksekutif Facebook dan Instagram, tetapi hanya sedikit yang dilakukan.

Saat masih bekerja di Meta, Bejar kerap memberikan pengarahan kepada Zuckerberg tentang masalah produk

Dalam sebuah email pada 2021, ia memperingatkan Zuckerberg tentang konten berbahaya yang sering muncul di Facebook. 

Dalam beberapa kesempatan, Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak mengutamakan keuntungan di atas keselamatan anak.

"Saya merasa bahwa ia menciptakan kesan yang salah dan menyesatkan tentang komitmen Facebook terhadap kaum muda," kata Bejar dalam kesaksiannya.

Kasus ini diajukan pada 2023. California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey mewakili negara bagian lain dalam persidangan. 

Delapan anggota juri bertugas sebagai penasihat, sementara Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers yang akan memutuskan apakah Meta bertanggung jawab dan sanksi apa yang harus dijatuhkan. Jika bersalah, Meta terancam denda setidaknya USD200 miliar.

Zuckerberg, CEO Instagram Adam Mosseri, dan eksekutif serta pakar lainnya diharapkan akan memberikan kesaksian. Persidangan di Oakland, California itu diperkirakan akan berlangsung setidaknya selama enam minggu. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik