Prabowo Klaim Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja, Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen di Akhir 2026

Prabowo Klaim Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja, Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen di Akhir 2026

Terkini | idxchannel | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 10:54
share

IDXChannel  - Presiden Prabowo Subianto memaparkan hasil kerja kabinetnya selama 21 bulan dirinya menjabat. Salah satunya mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sehingga menciptakan banyak lapangan kerja.

Prabowo menjelaskan, di tengah gejolak dunia dengan konflik geopolitik di Timur Tengah dan gangguan rantai pasok, ekonomi Indonesia tetap tumbuh.

"Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri. Kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar," katanya.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo memaparkan sepanjang 2025, realisasi investasi di Tanah Air mencapai Rp1.931 triliun dengan penciptaan lapangan kerja sebanyak 2,7 juta. Sementara pada Januari-Juni 2026, realisasi investasi menembus Rp1.010 triliun dan membuka 1,4 juta lapangan kerja.

Dengan kata lain, dalam 1,5 tahun terakhir, realisasi investasi telah mencapai Rp2.941 triliun dan membuka 4,1 juta lapangan kerja.

Di tengah ketidakpastian global, kata Prabowo, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2026 mencapai 5,45 persen, tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, rasional, menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," tuturnya.

Kendati demikian, kata dia, pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi bukan tujuan akhir, melainkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang menjadi prioritas. Dia menyebut, percuma jika pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan (lapangan) pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah. Itulah orientasi pemerintahan yang saya pimpin," ujarnya.

Prabowo menilai, Indonesia adalah negara yang besar, bahkan kita menjadi anggota G20. Oleh karena itu, sudah sepantasnya tidak boleh ada rakyat yang kelaparan.

"Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberikan makan rakyatnya sendiri," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik