SpaceX Bersiap Rilis Laporan Keuangan usai Go Public
IDXChannel - Investor di perusahaan antariksa Elon Musk berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepadanya pada Selasa (4/8/2026) setelah SpaceX merilis laporan pendapatan triwulanan pertamanya sejak go public.
Dilansir dari AP, saham SpaceX turun sekitar 50 persen dari puncaknya baru-baru ini karena investor khawatir prospek masa depan perusahaan.
Musk kemungkinan akan ditanya tentang kapan ia akan menyelesaikan pengujian roket Starship yang akan digunakan untuk mengirim manusia ke bulan lagi, rencananya untuk jaringan satelitnya, dan prospek menempatkan pusat data kecerdasan buatan (AI) di orbit.
Mengingat rumor tentang kemungkinan penggabungan SpaceX dengan perusahaan mobil listrik Tesla milik Musk, ia mungkin juga akan menghadapi pertanyaan tentang wacana tersebut, tetapi kemungkinan besar tidak akan memberikan banyak detail.
Tesla belum mengonfirmasi rencana penggabungan tersebut dan Musk menyatakan bahwa peraturan sekuritas melarangnya untuk membahas masalah itu.
Jutaan Warga Padati Teheran, Antre Berjam-jam untuk Beri Penghormatan Terakhir kepada Ali Khamenei
SpaceX diproyeksikan masih mencatat kerugian dengan cepat, dengan kerugian bersih untuk paruh pertama tahun ini diperkirakan melebihi kerugian sebesar USD5 miliar sepanjang tahun lalu.
Beberapa analis memperkirakan pemulihan yang kuat pada sisa tahun ini yang akan mengembalikannya ke profitabilitas.
Untuk kuartal kedua yang berakhir Juni, SpaceX diperkirakan melaporkan kerugian bersih sebesar USD1,9 miliar, atau 23 sen per saham, menurut survei analis dari FactSet.
Setelah peluncuran yang dibatalkan, roket Starship berhasil menempatkan satelit di orbit selama uji coba akhir bulan lalu. Uji coba di masa mendatang dapat mencakup upaya menggunakan lengan raksasa di lokasi peluncuran Starbase di Texas untuk menangkap roket dan pendorongnya saat kembali ke bumi.
Bisnis komunikasi satelit SpaceX, Starlink, merupakan penghasil uang besar bagi perusahaan dengan kontrak di seluruh dunia. Perusahaan ini juga menjalankan bisnis AI yang merugi, yang dikenal dengan model AI Grok-nya, serta platform media sosial X, yang dulunya bernama Twitter. (Wahyu Dwi Anggoro)








