Harga CPO Menguat, Ditopang Kenaikan Minyak Pesaing

Harga CPO Menguat, Ditopang Kenaikan Minyak Pesaing

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:54
share

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat pada Selasa (4/8/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing serta pulihnya harga minyak mentah.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,23 persen menjadi 4.686 ringgit Malaysia per ton metrik pada 15.03 WIB.

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, kontrak berjangka CPO mendapat dukungan dari penguatan pasar minyak biji-bijian serta rebound harga minyak mentah.

"Kombinasi faktor-faktor eksternal tersebut membantu mengangkat sentimen pasar," ujarnya, dikutip Reuters.

Di pasar China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,51 persen, sementara kontrak minyak sawit bertambah 0,39 persen. Kemudian, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,29 persen.

Pergerakan harga minyak sawit cenderung mengikuti minyak nabati pesaing karena saling bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah rebound sekitar 1 persen setelah anjlok pada sesi sebelumnya.

Kenaikan dipicu kekhawatiran bahwa pasokan dari Timur Tengah masih berisiko terganggu, mengingat penyelesaian diplomatik atas konflik Amerika Serikat (AS)-Iran yang menghambat pengiriman minyak masih belum tercapai.

Kenaikan harga minyak mentah juga membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik secara ekonomis.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan minyak sawit, menguat tipis 0,07 persen terhadap dolar AS.

Penguatan ini membuat harga CPO sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Survei Reuters menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli, seiring pertumbuhan produksi yang melampaui permintaan yang tetap kuat.

Dari Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor minyak sawit mentah dan olahan sepanjang Januari-Juni mencapai 11,28 juta ton metrik, naik 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Aldo Fernando)

Topik Menarik