Wamenaker Sebut Job Fair Tak Sekadar Bursa Kerja, Jadi Sarana Kenali Kebutuhan Industri

Wamenaker Sebut Job Fair Tak Sekadar Bursa Kerja, Jadi Sarana Kenali Kebutuhan Industri

Terkini | idxchannel | Rabu, 29 Juli 2026 - 19:40
share

IDXChannel - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan penyelenggaraan job fair tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami kebutuhan dunia industri yang terus berubah.

Menurutnya, di tengah dinamika pasar kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, perubahan ekonomi global, dan kebutuhan industri, pencari kerja perlu memahami kompetensi yang dibutuhkan perusahaan agar mampu bersaing.

"Job Fair bukan hanya tempat mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pencari kerja untuk mengenali kebutuhan industri dan mempersiapkan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja," ujar Afriansyah dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026). 

Ia mengatakan, kegiatan job fair memberikan manfaat lebih dari sekadar menyediakan informasi lowongan kerja. Melalui kegiatan tersebut, pencari kerja dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan, mengikuti proses rekrutmen, sekaligus memperoleh gambaran mengenai kualifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar kompetensi tenaga kerja semakin relevan dengan kebutuhan industri.

Afriansyah menambahkan, perubahan industri juga membuka peluang baru di berbagai sektor. Untuk memanfaatkannya, tenaga kerja dituntut terus meningkatkan kompetensi, baik keterampilan teknis maupun nonteknis, seperti kemampuan komunikasi, beradaptasi, dan memecahkan masalah.

Menurutnya, tenaga kerja yang kompeten dan adaptif akan memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi perubahan pasar kerja.

Selain mendorong masyarakat memanfaatkan peluang kerja di sektor formal, Afriansyah juga mengajak masyarakat melihat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian penting dari ekosistem ketenagakerjaan nasional.

"UMKM bukan sekadar alternatif, tetapi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi. Banyak peluang dapat berkembang dari sektor ini," katanya.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik