IHSG Turun usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Simak Sederet Saham Pemberat

IHSG Turun usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Simak Sederet Saham Pemberat

Ekonomi | idxchannel | Senin, 27 Juli 2026 - 10:14
share

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada Senin (27/7/2026), menyusul respons pelaku pasar terhadap pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.26 WIB, IHSG turun 0,34 persen ke level 6.175,49. Nilai transaksi mencapai Rp3,14 triliun dan volume perdagangan 6,59 miliar saham.

Sebanyak 381 saham memerah, 211 saham menghijau, dan 373 sisanya stagnan.

Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari saham-saham konglomerasi dan bank berkapitalisasi besar.

Dari kelompok konglomerat, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2,82 persen ke Rp3.450 per unit, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 2,30 persen ke Rp850 per unit, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 0,95 persen ke Rp2.080 per unit.

Kemudian, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 0,82 persen ke Rp6.075 per unit, sedangkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 0,57 persen ke Rp1.735 per unit.

Saham raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,00 persen ke Rp4.930.

Sementara itu, dari kelompok perbankan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 1,45 persen ke Rp4.070 per unit, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 1,14 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 1,01 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,40 persen.

Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 1,14 persen ke Rp2.600, sedangkan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melemah 1,59 persen ke Rp10.825.

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI menjadi perhatian pelaku pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pergantian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, hingga prospek suku bunga ke depan.

Pemerintah menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo pada 26 Juli 2026 dan akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mengesahkan pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry yang telah memimpin BI selama sekitar tujuh tahun. Sesuai mekanisme dalam UU BI, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI hingga proses penunjukan gubernur definitif selesai.

BRI Danareksa Sekuritas menilai transisi kepemimpinan di BI akan menjadi salah satu fokus utama pasar pada pekan ini.

Investor diperkirakan mencermati apakah pergantian pucuk pimpinan akan membawa perubahan terhadap arah kebijakan moneter, khususnya terkait BI Rate dan strategi menjaga stabilitas rupiah.

Di saat bersamaan, pasar juga masih dibayangi risiko eksternal. BRI Danareksa menyebut perkembangan konflik di Timur Tengah berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi, yang dapat meningkatkan tekanan inflasi global.

Selain itu, perhatian investor tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed. Ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat seiring lonjakan harga minyak dan masih solidnya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar juga akan memantau arah kebijakan bank sentral global lainnya, termasuk Bank of England (BOE), serta perkembangan inflasi di Eropa untuk memperoleh gambaran prospek suku bunga global.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan level support di 6.137 dan resistance di 6.268.

Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang rebound masih terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya ekspektasi perubahan kebijakan moneter global.

Berbeda dengan BRI Danareksa yang masih melihat peluang rebound selama IHSG bertahan di atas level support, Phintraco Sekuritas cenderung lebih berhati-hati.

Menurut Phintraco, investor pada pekan ini tidak hanya akan mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global, tetapi juga musim rilis laporan keuangan kuartal II-2026 serta aksi korporasi emiten.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi melemah untuk menguji area 6.000-6.100, terutama jika sentimen negatif seperti eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran, penguatan harga minyak dunia, dan tarif tambahan dari Amerika Serikat terus membayangi pasar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik