Realisasi Pendapatan Daerah DKI Jakarta Capai 41 Persen dari Target Rp71,45 Triliun

Realisasi Pendapatan Daerah DKI Jakarta Capai 41 Persen dari Target Rp71,45 Triliun

Terkini | idxchannel | Rabu, 22 Juli 2026 - 16:20
share

IDXChannel—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp29,29 triliun hingga 30 Juni 2026, 41 persen dari target Rp71,45 triliun. Pada periode yang sama, belanja daerah terealisasi Rp24,73 triliun atau 33,30 persen dari pagu Rp74,28 triliun.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa kinerja APBD hingga kuartal II-2026 tersebut menopang keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional. 

Pemprov DKI Jakarta juga terus mempercepat belanja agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“APBD harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” ujar Gubernur Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7).

Selain pendapatan dan belanja daerah, penerimaan pembiayaan telah terealisasi Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan mencapai Rp574,9 miliar atau 8,17 persen dari pagu.

Percepatan pelaksanaan program juga terlihat dari 118.161 paket pengadaan yang telah diselesaikan hingga akhir kuartal II. Paket yang masih berproses terus dipantau dan dipercepat agar pembangunan berjalan tepat waktu.

Kinerja fiskal tersebut didukung oleh perekonomian Jakarta yang tumbuh positif. Pada kuartal I-2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen secara tahunan, ditopang konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, dan optimisme pelaku ekonomi. 

Perdagangan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, diikuti oleh jasa keuangan dan industri pengolahan. 

Kepercayaan konsumen juga tetap tinggi. Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 berada di level 144,4, sedangkan penjualan riil meningkat 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mobilitas masyarakat melalui transportasi publik turut menunjukkan peningkatan. Pada kuartal II-2026, jumlah pengguna transportasi umum mencapai 230,8 juta penumpang atau tumbuh 9,70 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat konektivitas melalui transportasi publik, menghadirkan berbagai kegiatan yang menggerakkan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” tandas Gubernur Pramono.

Stabilitas daya beli ditopang oleh inflasi Jakarta yang terkendali. Pada Juni 2026, inflasi tercatat 2,78 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Kondisi tersebut didukung oleh kebijakan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik secara konsisten.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik