Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen BYD Masuk Langsung ke Pabrik Subang
IDXChannel - Pelabuhan Patimban mulai memainkan peran strategis dalam mendukung rantai pasok industri nasional setelah melayani impor peti kemas internasional untuk pertama kalinya. Impor perdana tersebut ditandai dengan kedatangan kapal MV MSC CARLA III yang membawa komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) BYD untuk pabrik perusahaan tersebut di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kapal yang datang dari Singapura itu bersandar di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada Minggu (19/7/2026) pukul 02.06 WIB dan menyelesaikan kegiatan bongkar muat pada Selasa (21/7/2026) pukul 11.42 WIB.
Selanjutnya, kapal melanjutkan pelayaran menuju Pasir Gudang, Malaysia, Laem Chabang, Thailand, hingga Shanghai dan Ningbo, China, sebagai bagian dari layanan reguler Enhanced Seahorse Service milik Mediterranean Shipping Company (MSC).
Dikritik Eks Wakapolri Oegroseno, Polda Metro: Penangkapan Paksa Roy Suryo Suatu Proses Hukum!
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban Mohd. Arief Agustian mengatakan layanan impor perdana ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik nasional sekaligus alternatif gerbang perdagangan internasional.
"Pelaksanaan kegiatan impor peti kemas internasional perdana melengkapi layanan ekspor yang telah dimulai pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif gerbang logistik internasional yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan perekonomian nasional," kata Arief dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Pada kunjungan perdana tersebut, aktivitas bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, terdiri atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi jumlah peti kemas, ekspor tercatat sebanyak 624 boks, terdiri atas 208 peti kemas berisi dan 416 peti kemas kosong. Sementara itu, impor mencapai 192 boks dan seluruhnya merupakan peti kemas berisi.
Komponen kendaraan listrik BYD yang diimpor melalui Patimban selanjutnya didistribusikan langsung menuju pabrik perusahaan di Subang. Kehadiran layanan impor langsung melalui Patimban dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku bagi industri otomotif yang berkembang di Jawa Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan utama lainnya.
Di sisi lain, kapal yang sama juga mengangkut komoditas ekspor berupa bahan baku kertas yang dipasarkan ke berbagai negara melalui jaringan pelayaran internasional MSC. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban kini mulai berfungsi sebagai pintu masuk bahan baku industri sekaligus pintu keluar komoditas ekspor nasional.
Keberhasilan melayani ekspor dan impor peti kemas internasional dalam waktu berdekatan menandai kesiapan Pelabuhan Patimban untuk mengoperasikan layanan pelayaran internasional secara reguler. Perkembangan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan perdagangan global, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan investasi di Jawa Barat maupun wilayah sekitarnya.
(NIA DEVIYANA)










