Pencatatan Saham Ganda di Nasdaq, SK Hynix Incar Dana Segar Rp500 Triliun Lebih
IDXChannel—Raksasa produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, resmi meluncurkan aksi korporasi jumbo berupa pencatatan saham ganda (dual-listing) di bursa Nasdaq Amerika Serikat.
Langkah ini menandai salah satu penjualan saham baru terbesar di dunia untuk memanfaatkan peluang ledakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global.
Melansir CNA (6/7/2026), berdasarkan dokumen keterbukaan informasi regulator bursa, pemasok utama komponen memori canggih untuk Nvidia dan Google ini membidik penggalangan dana fantastis mencapai sekitar USD28 miliar (sekitar Rp503,72 triliun).
SK Hynix bakal melepas 17,79 juta saham baru dalam bentuk sertifikat penitipan efek (depository receipt/ADR) di bursa AS. Dalam mekanismenya, setiap 10 komponen ADR akan mewakili satu saham biasa perusahaan.
Rentang harga penawaran perdana dijadwalkan rilis hari ini dengan mengacu pada harga penutupan saham SK Hynix di Bursa Seoul. Aksi korporasi global ini diprediksi akan mencetak sejarah baru di pasar modal.
Nilai emisi SK Hynix bakal menjadi penjualan saham terbesar kedua di dunia, tepat di bawah megaproyek Initial Public Offering (IPO) raksasa dirgantara SpaceX senilai USD85,7 miliar yang pecah bulan lalu.
Nilai galangan dana SK Hynix ini sukses mengalahkan rekor IPO historis Saudi Aramco sebesar USD25,6 miliar pada 2019, serta raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group, pada 2014.
Merespons proses roadshow manajemen ke investor global pekan ini, saham SK Hynix terpantau menguat 1 persen di bursa domestik, sementara indeks acuan KOSPI Korea Selatan terkerek naik 0,2 persen pada Senin pagi.
Sepanjang tahun berjalan, saham SK Hynix telah meroket ekstrem hingga 273 persen akibat arus modal investor yang masif yang memburu saham penunjang ekosistem AI. Performa gemilang ini membuat SK Hynix sukses mengungguli kinerja sejumlah rival berat seperti Samsung Electronics dan Micron Technology.
Proses penetapan harga final (pricing) untuk pencatatan di New York ini ditargetkan rampung pada Kamis esok, sebelum perdagangan resmi perdana dibuka pada Jumat pekan ini.
Seluruh dana segar dari pasar modal AS ini diproyeksikan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan hulu perseroan.
Pekan lalu, manajemen SK Hynix baru saja mengumumkan komitmen investasi masif senilai 100 triliun won atau setara USD64,38 miliar (sekitar Rp1.158,19 triliun) untuk membangun kompleks pabrik chip baru, termasuk fasilitas produksi memori NAND flash di wilayah Cheongju.
Langkah agresif ini merupakan bagian dari mega-proyek nasional Korea Selatan guna memastikan rantai pasok global semikonduktor AI tetap berpusat di negara tersebut, sekaligus mengantisipasi permintaan memori berkecepatan tinggi (High-Bandwidth Memory/HBM) yang terus mengalami defisit pasokan akibat lonjakan adopsi pusat data komputasi awan.
(Eugenia Siregar)










