Dorong Ketahanan Energi Nasional, KSP Percepat Koordinasi Pembangunan Mother Station CNG Muara Enim
IDXChannel - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman turun langsung untuk mempercepat koordinasi pembangunan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Mother Station di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Hal ini dilakukan untuk mendorong ketahanan energi nasional sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
"Saya dengan jajaran menyelesaikan koordinasi untuk pembangunan Mother Station CNG yang rencana akan dibangun di Tanjung Enim. Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," kata Dudung, Sabtu (4/7/2026).
Dudung menambahkan, masih ada beberapa aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Namun, seluruh pihak disebut telah berkomitmen mempercepat penyelesaiannya sesuai ketentuan karena proyek tersebut merupakan Program Strategis Nasional.
Dudung melanjutkan, penyelesaian administrasi akan tetap dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dengan melibatkan pemerintah daerah maupun kementerian terkait.
Pada saat yang sama, proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan akan dijalankan secara paralel agar target penyelesaian proyek pada tahun ini dapat tercapai.
"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," katanya.
Dudung melanjutkan, penguatan koordinasi lintas sektor terus dilakukan sebagai bagian dari tugas lembaga tersebut dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden.
Langkah itu ditempuh untuk membantu mengatasi berbagai hambatan implementasi di lapangan sehingga Program Strategis Nasional dapat berjalan tepat waktu, sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, Dudung mengatakan pembangunan Mother Station CNG di Tanjung Enim diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung melalui pembukaan lapangan pekerjaan.
"Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PGN Arief K. Risdianto mengatakan, dukungan KSP penting dalam mengawal optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa.
"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional," kata Arief.
(Nur Ichsan Yuniarto)










