Fokus ke Bisnis Energi Baru Terbarukan, Futura Energi (FUTR) Incar Lima Proyek Baru

Fokus ke Bisnis Energi Baru Terbarukan, Futura Energi (FUTR) Incar Lima Proyek Baru

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 30 Juni 2026 - 14:34
share

IDXChannel - PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) melakukan transformasi strategis untuk beralih dari sektor kreatif dan konsultasi ke sektor energi hijau.

Guna mengimplementasikan transformasi tersebut, perseroan telah memiliki rencana strategis di antaranya ekspansi proyek hijau, memperkuat kemitraan global, dan transformasi digital.

Direktur Utama FUTR Anggara Suryawan mengatakan, pengembangan bisnis yang akan dijalankan perseroan diantaranya Energi Baru Terbarukan, seperti Geothermal, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Carbon Credit, dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro.

“Bisnis baru ini akan dilakukan melalui anak usaha. Layanan efisiensi energi melalui anak usaha," kata Anggara dalam Public Expose Perseroan, dikutip Selasa (30/6/2026).

Anggara menambahkan, manajemen FUTR tengah memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal maupun internasional untuk meningkatkan transfer teknologi dan efisiensi proyek. “Perseroan secara aktif membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis untuk mempercepat terwujudnya rencana bisnis,” tutur dia.

Selain itu menurutnya, Langkah FUTR sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia perihal transisi energi dan target Net Zero Emissions 2060, serta memberi keunggulan dalam peluang regulasi yang dituangkan dalam RUPTL-PLN 2025-2034 dan insentif.

Lebih lanjut Anggara menuturkan, saat ini perseroan tengah melakukan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali sebesar 130 Megawatt (MW).

“Pengembangan tersebut merupakan komitmen perseroan di sektor bisnis energi terbarukan dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pada tanggal dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd dan PT Hypec International,” tutur Anggara.

Dia melanjutkan, PT Aurora Dhana Nusantara sebagai pemegang saham pengendali perseroan, telah memiliki aset pembangkit listrik panas bumi (Geothermal) melalui anak usaha, yaitu PT Sejahtera Alam Energy (SAE). “Saat ini, SAE telah memiliki PPA dengan kapasitas 220 MW dengan nilai investasi sebesar USD80 juta,” kata dia.

Perseroan saat ini sedang mengikuti sejumlah proses tender dan penjajakan proyek energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas indikatif mencapai 100 MW untuk geothermal, sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya memiliki kapasitas 100 MW, sedangkan untu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro memiliki kapasitas 150 MW.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik