Biaya Produksi PS6 Dikabarkan Tembus USD1.000, Harga Jual Bisa Sentuh Rp19 Juta

Biaya Produksi PS6 Dikabarkan Tembus USD1.000, Harga Jual Bisa Sentuh Rp19 Juta

Terkini | idxchannel | Senin, 29 Juni 2026 - 14:30
share

IDXChannel - Biaya produksi PlayStation 6 (PS6) disebut mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan Informasi yang dikutip dari laman vice.com, Senin (29/6/2026), Sony kini membutuhkan hampir USD1.000 untuk memproduksi satu unit PS6.

Hal ini memicu spekulasi bahwa harga peluncuran PS6 tersebut dapat menembus kisaran USD1.100 hingga USD1.200 atau sekitar Rp17,8 juta hingga Rp19,5 juta (kurs Rp16.300 per USD).

Informasi tersebut berasal Kepler_L2 yang menyampaikan melalui forum game NeoGAF. Menurutnya, Bill of Materials (BoM) atau total biaya komponen untuk memproduksi satu unit PS6 kini telah berada di atas USD900 dan mendekati USD1.000.

Kenaikan biaya tersebut terbilang signifikan. Pada Maret 2026, biaya produksi PS6 disebut masih berada di level sekitar USD750 per unit. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, biaya manufaktur konsol generasi terbaru Sony itu melonjak sekitar 31 persen.

Namun, angka BoM tersebut belum mencakup sejumlah biaya lain seperti perakitan, pengemasan, distribusi, pengiriman, hingga margin retailer. Dengan mempertimbangkan seluruh komponen biaya tersebut, Sony diperkirakan harus memasarkan PS6 di kisaran USD1.100 hingga USD1.200 agar tidak menjual konsol tersebut dengan kerugian.

Jika tren kenaikan harga komponen perangkat keras terus berlanjut, harga PS6 saat peluncuran pada 2027 atau 2028 bahkan berpotensi lebih tinggi lagi.

KeplerL2 juga menyebut bahwa penundaan peluncuran PS6 tidak akan banyak membantu menekan biaya produksi. Alasannya, spesifikasi perangkat disebut sudah dikunci sejak lama sehingga Sony tidak dapat mengganti komponen dengan versi yang lebih baru atau lebih murah meskipun peluncuran diundur hingga 2028 atau 2029.

Menurutnya, apabila harga komponen terus naik, menunda peluncuran justru dapat memperburuk situasi karena biaya produksi berpotensi semakin membengkak. Sebaliknya, jika harga komponen stabil, tidak ada keuntungan berarti dari penundaan jadwal peluncuran.

Salah satu opsi yang masih memungkinkan agar PS6 dijual di bawah USD1.000 adalah dengan memberikan subsidi dan menjual konsol di bawah biaya produksinya. Strategi tersebut pernah dilakukan Sony saat meluncurkan PlayStation 3 pada 2006.

Berdasarkan sejumlah analisis industri saat itu, Sony diperkirakan merugi sekitar USD241 hingga USD307 untuk setiap unit PS3 yang terjual pada masa awal peluncuran. Meski berhasil memperluas adopsi konsol, strategi tersebut turut memberikan tekanan besar terhadap kinerja keuangan perusahaan selama siklus hidup generasi PS3.

Karena pengalaman tersebut, pelaku industri menilai Sony kemungkinan akan lebih berhati-hati untuk kembali menerapkan strategi subsidi besar-besaran pada peluncuran PS6.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik