Begini Persiapan Pertamina Patra Niaga untuk Kelancaran Operasional Kilang Balikpapan

Begini Persiapan Pertamina Patra Niaga untuk Kelancaran Operasional Kilang Balikpapan

Terkini | idxchannel | Rabu, 24 Juni 2026 - 22:36
share

IDXChannel – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mempersiapkan sejumlah agenda untuk kelancaran operasional Kilang Pertamina Balikpapan yang telah dimodernisasi, sehingga membuat kilang ini beroperasi dengan kapasitas maksimal 360 ribu barel per hari.

Pertamina Patra Niaga menggelar doa bersama lintas agama di New Site Office PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Kota Balikpapan, untuk memohon kelancaran operasional kilang.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman mengatakan, doa bersama ini menjadi momentum penting untuk mendukung operasional KPB sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Semoga seluruh unit di Kilang Pertamina Balikpapan berjalan tanpa kendala, menghasilkan produk sesuai spesifikasi, serta seluruh pekerja senantiasa diberikan perlindungan, kesehatan, dan keselamatan,” ujar Taufik dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

“Semoga operasional Kilang Pertamina Balikpapan selalu lancar, seluruh pekerja diberikan keselamatan, dan energi yang dihasilkan membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujar Sekretaris Panti Asuhan Nurul Iman, Afif Irpan Kamil.

Sebagai informasi, proyek kilang minyak terbesar di Indonesia, Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modernisasi kilang di Balikpapan resmi beroperasi.

Proyek dengan nilai investasi mencapai USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun ini digadang-gadang menjadi kunci bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor BBM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kilang Balikpapan bukan sekadar tumpukan besi dan pipa, melainkan mesin penyelamat devisa negara.

"Jadi dengan RDMP ini, kita bisa hemat devisa hingga Rp60 triliun lebih per tahunnya," ujarnya di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Menurut data PT Pertamina (Persero), modernisasi kilang ini dapat menurunkan impor energi sebesar Rp68 triliun per tahun. Angka itu terdiri dari penurunan impor bensin sebesar Rp44,6 triliun, impor solar sebesar Rp14,9 triliun, impor avtur senilai Rp5,4 triliun, dan LPG sebesar Rp2,9 triliun.

RDMP Balikpapan akan memproduksi BBM jenis bensin sebesar 5,8 juta kiloliter (kl) dan solar sebesar 1,8 juta kl per tahun. Dengan demikian, Indonesia diharapkan bisa menekan impor bensin ke angka 19 juta kl dan menyetop total impor solar di tahun ini.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik