PM Belanda Sampaikan Permintaan Maaf Resmi ke Komunitas Maluku
IDXChannel - Perdana Menteri Belanda Rob Jetten secara resmi meminta maaf atas perlakuan terhadap komunitas Maluku yang dibawa ke Negeri Kincir Angin tersebut 75 tahun lalu.
Berbicara dalam upacara peresmian Monumen Komunitas Maluku Nasional di Rotterdam pada Minggu, Jetten mengakui perlakuan tidak baik yang pernah dialami komunitas tersebut.
"Atas pemecatan Anda yang tidak berperasaan dan tidak terhormat sebagai tentara, atas akomodasi dan perumahan yang tidak memadai yang Anda terima, atas pengabaian dan penelantaran, atas kerinduan yang tak kunjung sembuh akan Tanah Air, dan atas kesedihan dan penderitaan yang dialami oleh begitu banyak keluarga Maluku, hari ini, atas nama pemerintah Belanda, saya meminta maaf. Saya meminta maaf kepada komunitas Maluku," katanya.
"Rasa sakit ini juga ditanggung oleh generasi-generasi berikutnya," ujarnya.
Dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (22/6/2026), para hadirin yang hadir dalam upacara tersebut bertepuk tangan dan bersorak atas permintaan maaf tersebut.
Jetten mengatakan bahwa permintaan maaf harus diikuti dengan tindakan nyata. Meski demikian, dia mengakui bahwa pemerintahnya belum menentukan bentuk dari aksi nyata yang akan diambil.
Setelah kemerdekaan Indonesia, sekitar 12.500 tentara Maluku yang bertugas di Angkatan Darat Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), bersama keluarga mereka, dibawa ke Belanda.
Mereka kemudian ditempatkan di bekas kamp konsentrasi Nazi di seluruh negeri. (Wahyu Dwi Anggoro)










