Belasan Provinsi Mulai ‘Menua’, Kemenkes Dorong Peningkatan Faskes Ramah Lansia

Belasan Provinsi Mulai ‘Menua’, Kemenkes Dorong Peningkatan Faskes Ramah Lansia

Terkini | idxchannel | Senin, 15 Juni 2026 - 13:44
share

IDXChannel—Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa 16 provinsi di Indonesia telah memasuki fase Aging Population (Penuaan Penduduk) dengan proporsi lansia 10 persen dari total jumlah penduduk.

Dante mengatakan, jumlah penduduk lansia di Indonesia saat ini mencapai 12 persen dari total jumlah penduduk eksisting. Bahkan jumlahnya diperkirakan terus meningkat dan mencapai 40 juta jiwa pada 2030 mendatang. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat kelompok lansia merupakan kelompok rentan dari segi kesehatan. Apalagi, sekitar 16 provinsi saat ini sudah memasuki fase Penuaan Penduduk. 

“Berdasarkan data screening sekilas, ditemukan 2,8 persen lansia mengalami ketergantungan sedang hingga total. Artinya, perawatan jangka panjang bukan lagi isu masa depan. Ini adalah kebutuhan nyata hari ini,” kata Dante, dikutip dari video sambutan dalam Puncak Hari Lanjut Usia di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta belum lama ini.

Maka dari itu, Kemenkes terus mendorong peningkatan berbagai fasilitas dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi kalangan lansia. Salah satu contohnya adalah transformasi 87 persen puskesmas di Indonesia menjadi Puskesmas Santun Lansia. 

Bahkan, di Jakarta, hampir semua puskesmas sudah bertransformasi menjadi Puskesmas Ramah Lansia. Langkah tersebut juga diperkuat oleh pelayan terpadu dari rumah sakit yang sudah diperkuat fungsinya. 

Selain itu, hal yang cukup krusial adalah memberikan edukasi kesehatan kepada lansia untuk menopang ekosistem lansia secara menyeluruh, mulai dari kesehatan fisik dan mental, pemanfaatan teknologi, literasi finansial, hingga pemberdayaan. 

“Namun, kita harus mengubah cara pandang kita. Lansia bukanlah beban, mereka adalah aset berharga bangsa yang kaya akan pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan hidup bagi generasi,” tambah dia.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi menuturkan bahwa pihaknya sendiri saat ini tengah menggalakkan langkah preventif dan promotif terhadap lansia, khususnya dari segi kesehatan mereka. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis. 

“Tahun lalu sudah ada 7 juta orang dari 34 juta orang lansia yang sudah dilakukan skrining,” tutur Imran.

Ia menekankan agar pengecekan kesehatan terhadap lansia bisa dilakukan secara berkala guna mendeteksi penyakit yang diderita sejak dini. Hal itu dilakukan guna penanganan cepat atau bahkan pencegahan penyakit itu sendiri. 

“Jangan kita menunggu sakit karena kalau sakit itu biayanya lebih mahal, kemudian yang merawat juga lebih susah ya. Jadi keluarganya juga akan lebih banyak ada bebannya,” jelas dia.

Terakhir, ia mengingatkan kepada masyarakat agar memulai hidup sehat sejak usia muda dan tidak menunggu saat usia tua. Sebab, kesehatan di masa tua sendiri berasal dari pola hidup sehat dan aktivitas yang dilakukan sejak usia khususnya 40–45 tahun. 

“Pesan kedua adalah bahwa kita perlu menjaga kesehatan kita untuk bisa lansia sehat itu jangan mulainya umur 60 tahun ya. Jadi justru kita harus menjaga kesehatan kita itu pada usia 40 atau 45,” pungkas dia.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik