Perdagangan Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026, Indonesia-Rusia Perkuat Sinergi Industri via BRICS
IDXChannel - Kementerian Perindustrian memperluas jejaring internasional demi mengakselerasi transformasi industri dalam negeri.
Upaya ini direalisasikan melalui pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Rusia di sela-sela rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolutionb(PartNIR) 2026 yang berlangsung di Xiamen, China.
Agenda tersebut dipandang sebagai momentum strategis bagi kedua negara untuk memperdalam kolaborasi di sektor manufaktur, perdagangan, investasi, hingga adopsi teknologi industri masa depan.
“Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sabtu (13/6/2026).
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia sendiri telah menginjak usia 76 tahun pada 2026 ini.
Keputusan Indonesia untuk bergabung dalam aliansi BRICSnmembuat kemitraan dengan negara-negara anggotanya, terutama Rusia, menjadibsemakin krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan penguatan industri nasional di tengah dinamika global yang terus bergejolak.
Agus Gumiwang menilai bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan manuver strategis untuk menjangkau kolaborasi ekonomi dengan mitra-mitra potensial yangnbaru.
Forum PartNIR sendiri menjadi platform dialog bagi para anggotanya dalambmengembangkan industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, serta membangunbrantai pasok global yang lebih inklusif dan kokoh.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara secara spesifik membahas penguatan kerja sama industri pada berbagai sektor strategis yang saling menguntungkan.
Secara teknis, pembahasan peluang kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, yang didampingi Plt Direktur Akses IndustrinInternasional Kemenperin RI, Binoni A. Napitupulu.
Pihak Indonesia bertemu dengan Andrei Gorobets selaku Konselor dari Misi Perdagangan Rusia di Chinabuntuk membedah potensi kolaborasi kedua negara.
Performa ekonomi kedua belah pihak saat ini menunjukkan tren yang positif. Tercatat, nilai perdagangan bilateral nonmigas pada triwulan pertama tahun 2026 sudah menyentuh angka USD 1 miliar, atau tumbuh 1,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya, pada 2024, nilai ekspor Indonesia ke Rusia telah mencapai USD3,3 miliar, melonjak signifikan sebesar 13,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang menjadi motor ekspor ke Rusia meliputi produk karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, komponen elektronik, hingga produk kimia.
Tri Supondy menegaskan bahwa penguatan komunikasi dan kemitraan internasional adalah kunci utama untuk membuka akses pasar global yang lebih luas serta menciptakan ekosistem industri nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)










