Andalkan Kontrak Multiyears, Begini Prospek Bisnis MINE versi Analis

Andalkan Kontrak Multiyears, Begini Prospek Bisnis MINE versi Analis

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 11 Juni 2026 - 19:34
share

IDXChannel - Kebijakan sentralisasi ekspor masih terus menjadi sentimen negatif bagi ekosistem bisnis pertambangan, berikut dengan industri turunannya. Meski demikian, bagi kalangan analis, skema bisnis dengan pendekatan lintas tahun (multiyears) dinilai bisa menjadi andalan guna memperkuat prospek bisnis ke depan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), sehingga dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan bisnis yang menarik untuk jangka menengah hingga panjang.

"Dengan ditopang model bisnis kontrak multiyears dengan klien tambang berskala besar, serta rencana strategis perluasan layanan ke komoditas pertambangan di luar nikel, tentu potensi(bisnis)nya cukup bagus," ujar Analis Pasar Modal dari Daksanaya Manajemen, Pardomuan Sihombing, dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Pardomuan, MINE sejauh ini beroperasi bersama perusahaan tambang yang memiliki cadangan dan umur tambang panjang. Dengan model bisnis yang multiyears, maka bakal memberikan visibilitas pendapatan yang jauh lebih baik dibanding emiten yang bergantung pada proyek jangka pendek.

"Sifat kontrak jasa pertambangan yang berlangsung dalam periode multiyears ini memang sering luput dari perhatian investor. Padahal selama kontraktor mampu memenuhi target produksi dan menjaga standar keselamatan, peluang perpanjangan kontrak hampir selalu terbuka," ujar Pardomuan.

Dalam pandangan Pardomuan, rekam jejak operasional adalah aset yang tidak terlihat di laporan keuangan, namun sangat menentukan keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Tak hanya itu, Pardomuan juga menilai langkah Perseroan yang menyebut akan menjajaki peluang diversifikasi ke komoditas pertambangan lain, dapat menjawab tantangan industri tambang saat ini.

Selain itu, kemampuan Perseroan dalam menjaga kualitas operasional dan membangun hubungan jangka panjang dengan mitra juga turut menjadi modal penting untuk memperluas layanan ke sektor pertambangan lainnya.

Bagi Pardomuan, fundamental perusahaan yang bagus dapat dijadikan pilihan investor di saat pasar mengalami penurunan seperti saat ini.

"Saat ini adalah kesempatan yang bagus untuk investor mengakumulasi saham-saham yang fundamental baik di saat pasar mengalami penurunan," ujar Pardomuan.

Dari sisi fundamental, MINE ditopang oleh kinerja yang tumbuh positif secara konsisten. Pada kuartal I-2026, MINE membukukan pendapatan Rp676,19 miliar, naik 18,1 persen secara tahunan, dengan laba komprehensif Rp61,63 miliar.

Segmen jasa penambangan menjadi tulang punggung kinerja MINE dengan kontribusi mencapai 89,9 persen dari total pendapatan.

Menurut Direktur Operasional MINE, Ade Irawan, keberlanjutan bisnis Perseroan ditopang oleh disiplin operasional yang terukur, termasuk penerapan standar keselamatan kerja yang konsisten serta capaian Lost Time Injury (LTI) yang terjaga sebagai faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan klien tambang skala besar untuk memperpanjang kontrak kerja sama.

"Klien tambang skala besar tidak hanya melihat seberapa banyak yang bisa kami produksi. Mereka juga melihat bagaimana kami bekerja, apakah aman, apakah andal, apakah bisa dipegang komitmennya. Itu yang membuat mereka terus mempercayakan pekerjaan kepada kami," ujar Ade.

Menurut Ade, rekam jejak operasional yang baik justru menjadi nilai jual tersendiri saat perseroan membidik proyek-proyek baru.

Kinerja yang berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui operasional yang aman, andal, dan bertanggung jawab.

"Ketika kami masuk ke klien baru atau komoditas baru, yang pertama mereka tanyakan bukan soal harga, tetapi soal rekam jejak. Dan di situlah kami punya cerita yang kuat untuk disampaikan," ujar Ade.

(taufan sukma)

Topik Menarik