BI Rate Naik, PIK2 (PANI) Yakin Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun Tercapai di Akhir 2026

BI Rate Naik, PIK2 (PANI) Yakin Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun Tercapai di Akhir 2026

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 11 Juni 2026 - 12:20
share

IDXChannel - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) optimistis target pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp4,3 triliun bisa tercapai di akhir 2026, meskipun dihadapkan pada tantangan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.

Sekretaris Perusahaan PANI Christy Grassela menjelaskan, meskipun BI Rate mengalami kenaikan menjadi 5,5 persen saat ini, perseroan masih meyakini target awal dapat tercapai melalui strategi diversifikasi produk yang kuat.

"Jajaran direksi sampai saat detik ini belum ada niat untuk merevisi baik ke bawah atau ke atas target tahunan marketing sales. Kami masih berpatokan pada target yang akan dicapai sampai bulan Desember 2026 yaitu Rp4,3 triliun marketing sales yang akan ditopang dari penjualan rumah, ruko, rukan, dan juga kavling komersial," ujar Christy dalam paparan Publik Expose Live 2026, Kamis (11/6/2026).

PANI menetapkan target pra penjualan sebesar Rp4,3 triliun sepanjang 2026. Rinciannya, Rp2,54 triliun didapatkan dari penjualan residensial, Rp788 miliar dari penjualan produk komersial, dan Rp975 miliar dari penjualan kavling tanah komersial.

Sementara hingga Maret 2026, PANI telah berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp968 miliar atau setara dengan 23 persen dari target tahunan. Kontribusi terbesar penjualan berasal dari segmen residensial sebesar 47 persen, disusul oleh kaveling tanah komersial sebesar 43 persen, dan produk komersial seperti ruko serta pergudangan sebesar 10 persen.

Direktur PANI Yohanes Edmond Budiman menambahkan, realisasi penjualan properti memang cenderung tidak merata di setiap kuartal dan sangat bergantung pada waktu peluncuran produk. Sehingga, perseroan tidak memfokuskan pada satu segmen tertentu untuk mengejar marketing sales.

"Masing-masing segmen memiliki karakteristik dan basis pelanggan yang spesifik atau khusus, sehingga strategi kami adalah menjaga keseimbangan penjualan di seluruh segmen tersebut sambil terus menyesuaikan dengan kondisi pasar dan permintaan yang berkembang," katanya.

Meski demikian, perseroan optimistis kelengkapan infrastruktur dan konektivitas yang menghubungan PIK 2 akan menjadi katalis peningkatan sales perseroan kedepan. Keberadaan Tol Katara yang memangkas waktu tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta ke PIK 2 menjadi hanya 7 menit, serta operasional fasilitas MICE seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE), menjadi crowd puller utama yang meningkatkan nilai investasi kawasan.

Dari sisi finansial, PANI berada dalam posisi yang sangat sehat dengan status net cash dan total aset mencapai Rp50 triliun. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 1.027 persen secara year-on-year menjadi Rp578 miliar.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik