Jadi Tantangan Masuk Dunia Kerja, Wamenaker Soroti Ketimpangan Akses Pelatihan hingga Pendidikan
IDXChannel - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengungkap sejumlah tantangan generasi muda masuk dunia kerja. Menurutnya, ada akses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan yang belum merata.
Dia menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan nasional, sehingga diperlukan perluasan akses pelatihan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
"Pemerintah pastinya terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas kesempatan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi.
"Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas akses kesempatan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi," kata dia.
Hasil Womens Pro Futsal League Indonesia 2026: Kebumen Angels Bungkam F45T, KLN Sikat Mojang Bandung
Wamenaker mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan tenaga kerja mandiri, sistem informasi ketenagakerjaan berbasis digital melalui SIAPKerja, serta program padat karya untuk penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Dia menegaskan bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan.
Afriansyah Noor juga menegaskan, percepatan ekonomi digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas SDM agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
"Pemerintah pastinya terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja," kata dia.
(NIA DEVIYANA)










