10.539 Sarjana Bersaing Masuk Tim Ekspedisi Patriot 2026

10.539 Sarjana Bersaing Masuk Tim Ekspedisi Patriot 2026

Terkini | idxchannel | Selasa, 26 Mei 2026 - 17:54
share

IDXChannel - Citra transmigrasi sebagai program masa lalu kini sepenuhnya bergeser menjadi motor penggerak ekonomi modern yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui program "Transmigrasi Patriot", pemerintah tengah menjaring sumber daya manusia (SDM) unggul untuk diterjunkan langsung ke garis depan pembangunan nasional.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman mengungkapkan, program yang dikelola oleh Tim Ekspedisi Patriot 2026 ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari generasi muda berpendidikan tinggi. Sepanjang periode pendaftaran 1 hingga 21 Mei 2026, situs resmi program ini dikunjungi lebih dari 400.000 kali, dengan 177.000 peminat, dan sebanyak 10.539 sarjana (S1) resmi mengunggah berkas pendaftaran.

Menariknya, program pengabdian ini tidak hanya didominasi oleh universitas dalam negeri, melainkan juga memikat para alumni perguruan tinggi top dunia.

"Lulusan dari luar negeri yang ikut mendaftar di antaranya dari University of Melbourne, Monash University, The University of Manchester, King's College London, hingga Ohio University Amerika Serikat," ujar Iftitah dalam Forum Rapat Reno Hasil Penilaian Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Sementara itu, untuk pendaftar dalam negeri didominasi oleh 10 perguruan tinggi mitra terbaik. Universitas Indonesia (UI) memimpin dengan 1.249 pendaftar, disusul Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 1.187 pendaftar, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan 1.181 pendaftar. Kuota yang diperebutkan sangat ketat, karena pemerintah hanya menyediakan kapasitas untuk 1.200 hingga 1.400 personel, termasuk ketua tim.

Iftitah menjelaskan, kehadiran para sarjana ini sangat krusial untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terlatih di kawasan transmigrasi, sekaligus memangkas ketergantungan terhadap tenaga kerja asing. Sebagai contoh, di kawasan transmigrasi Melolo NTT, dari 4.000 lapangan kerja industri gula yang tersedia, kini 3.800 di antaranya sudah berhasil diserap dari penduduk lokal berkat pendampingan yang tepat.

Latar belakang keilmuan para pendaftar tahun ini pun sangat spesifik dan relevan dengan tantangan industri modern. Mulai dari keahlian Aktuaria (pengelolaan risiko keuangan), Kartografi dan Penginderaan Jauh, Teknik Energi Terbarukan, Oseanografi, hingga mitigasi bencana.

Nantinya, para personel yang lolos seleksi ketat dari pihak universitas akan diterjunkan ke 53 lokus wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia, dengan fokus utama di wilayah Indonesia Timur. Langkah ini merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun oleh Bappenas guna mengentaskan kemiskinan dan merealisasikan pemerataan ekonomi yang nyata.

"Indonesia tidak kekurangan potensi, yang kita butuhkan adalah sumber daya manusia unggul yang hadir di kawasan-kawasan transmigrasi untuk mengolah daerah setempat sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi," pungkas Iftitah.

(Rahmat Fiansyah/Sheqilla Sukma)

Topik Menarik