5 Tradisi Unik Iduladha di Berbagai Daerah Indonesia, Jemur Kasur hingga Manten Sapi
IDXChannel—Simak deretan tradisi unik Iduladha di Indonesia. Dengan jumlah penganut Islam yang besar dan tersebar di berbagai daerah, masyarakat Indonesia memiliki banyak tradisi unik untuk merayakan suasana Iduladha tiap tahunnya.
Tradisi ini umumnya digelar dari tahun ke tahun untuk memeriahkan Iduladha, karena pada hari penyembelihan hewan kurban ini, perkantoran dan sekolah diliburkan. Apalagi, kini libur Iduladha menjadi dua hari.
Melansir Kementerian Pariwisata dan Traveloka (25/5/2026), berikut ini adalah sederet tradisi unik Iduladha di Indonesia:
1. Kaul Negeri dan Abda’u (Maluku Tengah)
Masyarakat Maluku Tengah memiliki tradisi perayaan Iduladha yang tidak biasa. Tradisi ini merupakan acara adat warga setempat di mana pemuka adat dan agama di Negeri Tulehu akan menggendong tiga ekor kambing dengan kain.
Kegiatan itu dilakukan setelah salat Ied selesai, lalu mereka akan berkeliling desa dengan iringan takbir dan shalawat sambil berjalan menuju masjid. Setelahnya, hewan kurban akan disembelih.
2. Meugang (Aceh)
Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Disiapkan, Legislator Syafi Djohan: Regulasi yang Adil!
Melansir Traveloka, Meugang merupakan tradisi yang melambangkan rasa syukur masyarakat Aceh kepada Tuhan. Tradisi ini dilakukan dengan cara memasak daging dan makan bersama keluarga serta kerabat.
Prosesnya dimulai dengan penyembelihan hewan kurban, lalu pembagian daging kepada warga sekitar dan fakir miskin. Lalu daging akan dimasak bersama-sama. Tradisi ini juga merupakan cara masyarakat Aceh mempererat hubungan kekeluargaan.
3. Accera Kalompoang (Sulawesi Selatan)
Sementara di Sulawesi Selatan, tradisi yang dilakukan pada Iduladha adalah Accera Kalompoang, yakni tradisi pencucian benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa. Acara ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, dimulai sehari menjelang Iduladha.
Prosesi pencucian pun tidak dilakukan di sembarangan tempat, melainkan di Istana Raja Gowa atau Rumah Adat Balla Lompoa.
4. Jemur/Mepe Kasur (Banyuwangi)
Banyuwangi punya tradisi yang kalah unik, yakni menjemur kasur (jemur = mepe). Tradisi ini dilakukan oleh suku Osing di Desa Kemiren, Glagah. Penjemurannya tidak dilakukan begitu saja seperti menjemur kasur di siang hari.
Prosesinya diawali dengan Tari Gandrung, lalu dilanjutkan dengan penjemuran kasur. Warga akan menjemur kasur di depan rumah sejak pagi hingga sore. Tradisi ini bertujuan untuk menolak bala dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
5. Manten Sapi (Pasuruan)
Sementara di Jawa Timur, ada tradisi manten sapi untuk memanjakan hewan-hewan kurban sebelum disembelih. Tradisi ini dapat ditemui di Pasuruan. Menjelang Iduladha, sapi-sapi dimandikan, dikalungi bunga tujuh rupa, dibalut kain kafan, dan dihias dengan sorban serta sajadah.
Kemudian sapi-sapi ini akan diarak menuju masjid dengan iringan warga setempat. Tradisi ini adalah bentuk penghormatan terhadap hewan kurban. Prosesi ini tentu menjadi tontonan menarik bagi masyarakat setempat.
Selain kelima tradisi unik di atas, daerah lain yang cukup memiliki tradisi unik Iduladha adalah Semarang (apitan), Surakarta (gamelan sekaten), Yogyakarta (grebeg gunungan), Bali (ngejot), dan Madura (toron & nyalase).
Itulah sederet tradisi unik Iduladha dari berbagai daerah di Indonesia.
(Nadya Kurnia)










