Ini Identitas Sembilan WNI yang Bebas Usai Diculik Militer Israel
IDXChannel - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) akhirnya bebas usai ditahan militer Israel.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah mengatakan, saat ini, para WNI berada di pelabuhan Ashdod, Israel.
"Mereka dibawa ke Ashdod. Di Ashdod ini kan dilakukan pemeriksaan," kata Heni di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dia menambahkan, setelah proses pemeriksaan selesai, para WNI selanjutnya akan dialihkan ke detensi imigrasi Israel. Setelah seluruh proses rampung, ia menyebut para WNI akan dipulangkan ke tanah air.
"Nanti baru dari situ akan dikirimkan ke detensi imigrasinya eh Israel. Nah, kalau sudah dialihkan ke detensi imigrasi ini sebetulnya itu nanti tinggal proses pemulangan," kata dia.
Mengenai kepulangan para WNI itu, Kemlu masih terus memantau perkembangan di lapangan. Yang jelas ia menyampaikan detensi imigrasi bukan berarti menahan para WNI di penjara.
Ibrahim Arief Heran Dituntut 15 Tahun Penjara, Ngaku Jadi Kambing Hitam Pejabat Pengadaan Chromebook
"Detensi itu jangan dibayangkan penjara ya. Jadi ini eh imigrasi, detensi imigrasi. Detensi imigrasi, nanti dari situ baru kita lihat proses pemulangannya seperti apa. Jadi kami belum dapat informasi," katanya.
Sebelumnya, sembilan WNI ditahan militer Israel ketika mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus. Mereka ditangkap berurutan oleh militer Israel.
Berikut identitas sembilan WNI yang dibebaskan usai ditangkap militer Israel:
1. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) di Kapal Josef
2. â Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo) di Kapal Ozgurluk
3. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) di Kapal Kasr-1
4. Bambang Noroyono. (Jurnalis Republika) di Kapal BoraLize
5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) di Kapal Kasr-1
6. â Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) di Kapal Zapyro
7. â Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI) di Kapal Ozgurluk
8. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) di Kapal Zapyro
9. Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika) di Kapal Ozgurluk
(Nur Ichsan Yuniarto)









