FORE Belum Berencana Naikkan Harga di Tengah Gejolak Global
IDXChannel - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) belum berencana menaikkan harga produk pada 2026 meski gejolak geopolitik global mulai memicu kenaikan biaya operasional dan bahan baku.
Presiden Direktur FORE, Vico Lomar mengatakan, ketegangan di Timur Tengah khususnya penutupan Selat Hormuz mulai memberikan dampak langsung terhadap kenaikan harga bahan bakar, terutama BBM non-subsidi dan solar industri.
“Atas kondisi tersebut, Perseroan telah menerima sejumlah proposal kenaikan harga dari para vendor,” ujar Vico dalam laporan hasil public expose di keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026).
Meski demikian, FORE menilai dampak kenaikan biaya masih dapat diredam karena perseroan telah memiliki kontrak kerja sama yang mengikat dengan pemasok sepanjang 2026.
Vico menjelaskan, potensi kenaikan harga bahan baku diperkirakan masih dalam skala terbatas, dengan tekanan terbesar diprediksi terjadi pada komoditas berbahan dasar plastik.
Sebagai langkah mitigasi, perseroan telah menerapkan strategi penguncian harga atau price lock serta kontrak tahunan untuk sejumlah bahan baku yang dinilai rentan mengalami kenaikan harga tahun ini.
"Karena itu pada 2026 Perseroan tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga produk Fore Coffee," tutur dia.
Sementara itu, FORE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp250 miliar pada 2026.
Direktur FORE, Tjong Pie Chen mengatakan, sebagian besar dana capex akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan gerai Fore Coffee dan Fore Donut.
Rinciannya, sekitar Rp200 miliar disiapkan untuk ekspansi Fore Coffee, sedangkan Rp50 miliar akan digunakan untuk pengembangan Fore Donut serta pembangunan central kitchen.
"Tahun ini, FORE berencana tetap bertumbuh melalui ekspansi gerai yang berkelanjutan," ujar Tjong.
Perseroan menargetkan pembukaan sekitar 100 outlet baru sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding realisasi pembukaan gerai pada tahun sebelumnya.
Ekspansi akan difokuskan untuk memperluas jaringan Fore Coffee dan Fore Donut di berbagai wilayah potensial.
(DESI ANGRIANI)










