Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Energi dan Ekonomi Digital

Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Energi dan Ekonomi Digital

Terkini | idxchannel | Selasa, 12 Mei 2026 - 13:14
share

IDXChannel - Pemerintah Indonesia menjajaki kesepakatan dagang dengan Kazakhstan, menyusul lawatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (11/5/2026) ke negara di kawasan Asia Tengah tersebut.

Perjanjian ekonomi ini digadang-gadang dapat membuka peluang peningkatan perdagangan di negara kawasan Eurasian untuk sektor energi, mineral dan digital.

"Indonesia mendorong pembentukan Indonesia–EAEU Business Council guna mendukung pemanfaatan FTA oleh pelaku usaha. Indonesia dan Kazakstan dapat bekerja sama dan bersama-sama memperluas pengaruh di kawasan," ujar Airlangga dalam keterangan resmi dikutip Selasa (12/5/2026).

Indonesia dianggap merupakan mitra strategis yang sangat penting bagi Kazakhstan di Asia Tenggara, sementara Kazakhstan menjadi mitra strategis Indonesia di Asia Tengah dan pintu gerbang menuju pasar Eurasia.

Perjanjian ini akan menyediakan akses pasar yang lebih luas dan kompetitif bagi produk ekspor unggulan Indonesia ke kawasan Eurasia. Selain itu, Airlangga menegaskan pentingnya mendorong kesiapan implementasi perjanjian.

Kedua pihak lantas bersepakat bahwa terdapat potensi besar untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor prioritas, di antaranya yakni energi, industri, pertanian, pengolahan makanan, tekstil, perbankan syariah, ekonomi digital, pendidikan, dan pariwisata.

Di bidang energi, kedua pihak menekankan pentingnya penguatan kerja sama pada aspek transisi energi dan pengembangan energi terbarukan. Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap target net zero emission pada 2060. 

Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama pada pengembangan panas bumi (geothermal), hilirisasi industri, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai. Dalam konteks tersebut, juga dibahas penjajakan kerja sama lebih lanjut pada sektor migas dan energi.

Dalam bidang ekonomi digital, Indonesia menyampaikan bahwa nilai ekonomi digital nasional ditargetkan meningkat dari sekitar USD130 miliar menjadi USD200 miliar pada 2030. Kedua pihak memandang bahwa transformasi digital dapat menjadi salah satu area baru yang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral ke depan.

Di bidang investasi, kedua negara menegaskan pentingnya penguatan mekanisme investasi dan fasilitasi bisnis. Dalam konteks tersebut, Astana International Financial Centre dipandang sebagai salah satu platform penting untuk mendukung penguatan kerja sama investasi dan konektivitas ekonomi kawasan.

Kedua negara juga memberikan perhatian khusus pada penguatan konektivitas logistik dan transportasi. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang pemanfaatan potensi transit Kazakhstan, pengembangan koridor transportasi internasional, serta penguatan jalur logistik dan terminal perdagangan sebagai pintu gerbang menuju pasar regional di Asia Tengah dan Kawasan Eurasia. 

Sebagai ekonomi terbesar di Kawasan Asia Tengah dengan GDP mencapai sekitar USD333,7 miliar dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen pada 2025, Kazakhstan dipandang sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di Kawasan Eurasia, khususnya dalam penguatan perdagangan, investasi, konektivitas logistik, energi, mineral strategis, dan transformasi digital.

“Indonesia melihat Kazakhstan sebagai mitra strategis di Kawasan Asia Tengah dan Eurasia. Dengan posisi geografis dan konektivitas regional yang dimiliki Kazakhstan, terdapat peluang besar untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan industrial partnership antara kedua negara,” tutur Airlangga.

Seturut itu, Perdana Menteri Kazakhstan Bektenov menekankan komitmen negaranya untuk terus memperluas hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Kazakhstan memberikan perhatian besar pada perluasan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Indonesia. 

"Kami meyakini adanya potensi signifikan untuk meningkatkan capaian ini dan kami sangat tertarik untuk memperluas kerja sama investasi,” ujar Bektenov.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik