ADB Luncurkan Program Rp1.197 Triliun, Perluas Infrastruktur Energi dan Digital di Asia Pasifik

ADB Luncurkan Program Rp1.197 Triliun, Perluas Infrastruktur Energi dan Digital di Asia Pasifik

Terkini | idxchannel | Minggu, 3 Mei 2026 - 20:24
share

IDXChannel - Asia Development Bank (ADB) mengumumkan program senilai USD70 miliar atau sekitar Rp1.197 triliun (asumsi kurs Rp17.100 per USD) untuk memperluas infrastruktur energi dan digital di kawasan Asia-Pasifik hingga 2035. 

Program ini bertujuan memperkuat koneksi jaringan listrik, meningkatkan perdagangan listrik lintas negara, serta memperluas akses broadband.

Presiden ADB, Masato Kanda, mengatakan konektivitas energi dan digital akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang kawasan, seiring meningkatnya permintaan dan percepatan perubahan teknologi.

“Dengan menghubungkan jaringan listrik dan jaringan digital lintas negara, kita dapat menurunkan biaya, memperluas peluang, serta menghadirkan akses listrik yang andal dan konektivitas digital bagi ratusan juta orang,” kata Kanda dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Minggu (3/5/2026).

Rencana ini mencakup USD50 miliar untuk inisiatif baru Pan-Asia Power Grid Initiative (PAGI) dan USD20 miliar untuk proyek teknologi serta konektivitas digital.

Melalui PAGI, ADB menargetkan integrasi sekitar 20 gigawatt energi terbarukan lintas negara, pembangunan 22.000 kilometer sirkuit jaringan transmisi, serta peningkatan akses listrik bagi 200 juta orang hingga 2035. Inisiatif ini diperkirakan dapat mengurangi emisi sektor listrik regional sekitar 15 persen.

ADB berencana membiayai sekitar setengah dari proyek jaringan listrik tersebut dari sumber dananya sendiri, sementara sisanya akan berasal dari pembiayaan bersama, termasuk investasi swasta.

Sementara itu, sisa dana sebesar USD20 miliar akan dihimpun melalui Asia-Pacific Digital Highway untuk mendukung jaringan serat optik, kabel bawah laut, koneksi satelit, serta pusat data regional.

Program digital ini bertujuan memberikan akses broadband pertama bagi 200 juta orang dan meningkatkan konektivitas bagi 450 juta lainnya hingga 2035, sekaligus menurunkan biaya di daerah terpencil sekitar 40 persen dan menciptakan hingga 4 juta lapangan kerja.

ADB memperkirakan dapat membiayai sekitar USD15 miliar inisiatif digital tersebut dengan dananya sendiri.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik