Prabowo Potong Komisi Aplikator Jadi 8 Persen, Garda Sebut Bukti Pengakuan Negara atas Ojol

Prabowo Potong Komisi Aplikator Jadi 8 Persen, Garda Sebut Bukti Pengakuan Negara atas Ojol

Berita Utama | idxchannel | Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:24
share

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto akan mengurangi besaran potongan komisi aplikator maksimal 8 persen, sehingga pengemudi ojek online (ojol) akan memperoleh pendapatan sebesar 92 persen. Rencana tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Transportasi Online.

Ketua Umum Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda), Igun Wicaksono mengatakan, asosiasi pengemudi ojol menyambut baik langkah Kepala Negara tersebut. Dia menilai, langkah Prabowo merupakan kemenangan atas perjuangan ojol yang selama ini menyuarakan ketimpangan pendapatan antara mitra dan aplikator.

"Kebijakan ini tidak hanya menjawab tuntutan keadilan ekonomi, tetapi juga mempertegas pengakuan negara terhadap profesi pengemudi ojol sebagai bagian integral dari ekosistem transportasi digital modern," katanya di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Igun mengungkapkan, penyesuaian komisi ini melampaui tuntutan awal Garda serta para pengemudi ojol yang selama ini memperjuangkan skema potongan maksimal 10 persen. Keputusan tersebut mencerminkan keberanian politik sekaligus sensitivitas sosial pemerintah dalam merespons aspirasi akar rumput.

"Potongan aplikasi sebesar 8 persen, yang berarti pengemudi memperoleh porsi pendapatan hingga 92 persen yang diharapkan merupakan salah satu faktor eksponensial peningkatan kesejahteraan pengemudi ojol," ujar Igun.

Ke depan, kata Igun, implementasi Perpres ini harus dikawal secara ketat untuk memastikan kepatuhan platform digital serta menjaga keseimbangan ekosistem antara perusahaan aplikasi dan pengemudi. Dia khawatir aturan tersebut tidak dijalankan seharusnya oleh aplikator.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) menilai, potongan komisi  ojol sebesar 20 persen tak adil. Dia tak setuju aplikator memperoleh komisi terlalu besar padahal pengemudi memainkan peran vital dalam bisnis aplikasi ojol.

"Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen. Enak aje, elu (ojol) yang keringet dia yang dapet duit, sorry aje. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," kata Prabowo.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik