Pasar Masih Oversupply, SIG (SMGR) Kantongi Pendapatan Rp8,29 Triliun
IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun, di tengah kondisi pasar semen nasional yang masih kelebihan pasokan produksi (oversupply).
Capaian pendapatan tersebut terhitung tumbuh sebesar 8,3 persen dibanding realisasi pendapatan Perseroan pada periode sama tahun sebelumnya.
"SIG membuktikan resiliensi di tengah tantangan industri semen domestik yang masih menghadapi overcapacity dan tensi geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga, dengan kinerja yang tetap positif," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).
Menurut Vita, capaian pendapatan tersebut ditopang oleh kinerja penjualan, yang sepanjang tiga bulan pertama 2026 tercatat mencapai 8,71 juta ton, tumbuh tipis sebesar 1,7 persen dibanding realisasi 8,57 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya.
Positifnya kinerja penjualan sendiri didapat SIG dari pasar domestik yang naik 5,4 persen, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang tumbuh signifikan sebesar 11 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Porsi pertumbuhan tersebut bahkan melampaui permintaan semen kantong nasional, yang naik tujuh persen. Sementara penjualan untuk pasar regional justru terkontraksi delapan persen secara tahunan.
"Transformasi bisnis kami berfokus pada tiga strategi utama, yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Vita.
Dari sisi biaya, Vita juga mengakui adanya lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 8,6 persen (YoY) seiring meningkatnya volume penjualan serta dampak dari kenaikan harga bahan bakar dan energi.
Di saat yang bersamaan, biaya operasional (termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya) juga naik sebesar sembilan persen (YoY).
Namun berkat tata kelola keuangan yang baik, Vita mengeklaim justru terjadi penurunan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen secara tahunan.
"Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada Q1-2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Capaian positif ini membuat kami semakin yakin bahwa langkah strategis yang ditempuh berada di jalur yang tepat, sembari terus melakukan evaluasi, adaptif terhadap segala perkembangan, dan memaksimalkan setiap peluang," ujar Vita.
Vita menambahkan, SIG melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) bersama Taiheiyo Cement Corporation juga telah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ini disebut Vita sebagai tonggak bagi Perseroan dalam mendorong lebih banyak ekspor semen yang akan menghasilkan margin yang lebih besar, tidak hanya ke Amerika Serikat, tapi juga negara-negara lain.
"Pasar ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, namun juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil," ujar Vita.
(taufan sukma)










