Kredit Bertumbuh SMBC Indonesia Pilih Ekspansi Selektif di Awal 2026

Kredit Bertumbuh SMBC Indonesia Pilih Ekspansi Selektif di Awal 2026

Terkini | idxchannel | Minggu, 26 April 2026 - 10:04
share

IDXChannel — PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan kredit 2,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp191,8 triliun pada kuartal I-2026.

Di tengah tekanan biaya dana dan volatilitas pasar, perseroan memilih menjaga ekspansi tetap selektif dengan fokus pada kualitas aset dan keberlanjutan kinerja.

“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar,” ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Secara segmen, kredit korporasi dan komersial tumbuh 4,1 persen yoy. Kredit digital melalui Jenius (di luar Digital Micro) meningkat 12,0 persen yoy. Sementara itu, pembiayaan Grup OTO tumbuh 5,0 persen yoy dan BTPN Syariah naik 3,7 persen yoy.

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp250,0 triliun, tumbuh 4,1 persen yoy. Perseroan juga memperkuat likuiditas melalui peningkatan penempatan pada surat berharga.

Dana murah (CASA) menjadi salah satu penopang utama. CASA melonjak 40,6 persen yoy menjadi Rp59 triliun, dengan rasio meningkat dari 35,7 persen menjadi 44,1 persen.

Lonjakan ini mendorong efisiensi biaya dana di tengah tren suku bunga yang masih fluktuatif. “Peningkatan CASA memperkuat struktur pendanaan dan mendukung efisiensi biaya dana,” kata Henoch.

Kontribusi anak usaha turut menopang kinerja. BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp319 miliar, tumbuh 2,8 persen yoy, sementara Grup OTO membukukan Rp113 miliar, melonjak 45,5 persen yoy.

SMBC Indonesia mengandalkan diversifikasi bisnis dari perbankan digital, pembiayaan syariah, pembiayaan kendaraan, hingga segmen korporasi dan komersial untuk menjaga keseimbangan portofolio.

Dari sisi ketahanan, rasio likuiditas dan permodalan tetap kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 260,24 persen, Net Stable Funding Ratio (NSFR) 122,71 persen, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,63 persen.

Dengan posisi tersebut, perseroan masih memiliki ruang untuk ekspansi, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah ketidakpastian pasar.

Strategi ekspansi selektif ini menjadi kunci bagi SMBC Indonesia untuk menjaga kualitas pertumbuhan, di tengah tekanan biaya dana dan risiko kredit yang masih membayangi industri perbankan.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik