CPO Dibidik Jadi Bahan Baku Plastik, Harga Bisa Lebih Murah?
IDXChannel - Industri makanan dan minuman (mamin) menyoroti harga kemasan plastik yang bakal mengalami kenaikan, seiring wacana pemerintah yang tengah mengkaji diversifikasi bahan baku plastik ke CPO.
Hal ini dikhawatirkan memicu tekanan bisnis pada industri yang mengandalkan plastik sebagai kemasan.
Direktur Kokola Group Richard Cahyadi yang merupakan salah satu produsen biskuit kemasan mengatakan, harga plastik dari bahan baku CPO bakal lebih mahal.
"Jadi, bagi pengusaha yang paling berat itu adalah hari ini naik, besok turun, besok naik lagi. Kalau barang sudah naik sampai titik stabil, kita bisa ketemu titik tengahnya kan. Tapi pada saat dia naik turun itu yang bahaya," kata Richard dalam media briefing di Gresik, Jawa Timur, seperti dikutip Sabtu (18/4/2026).
Adapun harga kenaikan harga plastik saat ini diakui Richard tembus 40 persen.
Richard saat ini hanya bisa mengharapkan keseimbangan harga terjadi secepatnya, termasuk saat kemasan plastik telah menggunakan bahan baku berupa CPO.
Sejauh ini, tekanan bisnis akibat kenaikan harga plastik memaksa perusahaan menaikkan harga produk. Richard belum bisa memastikan sampai kapan tekanan harga ini akan berlangsung.
"Jadi kenaikannya dari 5 sampai 10 persen,” kata dia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan soal salah satu solusi jangka panjang menyiasati kelangkaan bahan baku plastik adalah diversifikasi bahan baku dengan mengeksplorasi sumber domestik, seperti CPO.
Meski saat ini harganya masih cukup tinggi, opsi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
“Kami harus melihat seluruh potensi sumber daya nasional yang bisa menjadi alternatif bahan baku industri petrokimia, termasuk CPO, meskipun tantangan keekonomiannya masih perlu dihitung secara matang,” tuturnya.
(NIA DEVIYANA)








