Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz

Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 18 April 2026 - 06:44
share

IDXChannel - Wall Street atau Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (17/4/2026), sementara harga minyak anjlok tajam yang disebabkan sentimen meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari laman Investing Sabtu (18/4/2026), indeks acuan S&P 500 naik 1,2 persen menjadi 7.125,36 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 1,5 persen menjadi 24.468,48 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 1,8 persen menjadi 49.447,92 poin.

Sementara itu, S&P dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi baru. S&P juga mencatatkan kemenangan beruntun selama tiga minggu di mana ia melonjak luar biasa sebesar 11,9 persen.

Di sisi lain, harga minyak merosot. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir turun 8,7 persen menjadi USD90,71 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 10,6 persen menjadi USD84,69 per barel.

"Berita tentang pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya telah menyebabkan harga minyak anjlok, saham melonjak, dan investor bersorak atas reli hampir dua minggu ini yang dipimpin oleh perusahaan teknologi besar dengan Nasdaq lebih tinggi untuk hari ke-13 berturut-turut yang belum pernah terlihat sejak akhir krisis keuangan pada tahun 2009," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, kepada Investing.com.

Dalam tulisannya di akun X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut selat Hormuz sepenuhnya dibuka. "Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada X.

Langkah Iran ini terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Serangan Israel yang terus berlanjut terhadap target Hizbullah di Lebanon telah menjadi titik permasalahan dalam negosiasi keseluruhan antara Iran dan AS.

Trump melalui media sosial mencatat keputusan tentang selat tersebut dan mengatakan bahwa jalur air vital itu sekarang "SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA." 

Presiden dalam unggahan selanjutnya mengklarifikasi bahwa meskipun selat tersebut terbuka, blokade AS terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran akan "TETAP BERLAKU SEPENUHNYA HANYA UNTUK IRAN, SAMPAI TRANSAKSI KITA DENGAN IRAN SELESAI 100 persen"

Pembukaan selat ini, meskipun bersifat sementara, menjadi kabar baik bagi para pelaku pasar di berbagai kelas aset, karena penutupan jalur air vital yang dilalui seperlima dari minyak dan gas dunia ini menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah dan membuat harga minyak melonjak.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik