BRI Finance Cetak Laba Rp91 Miliar pada Kuartal I-2026

BRI Finance Cetak Laba Rp91 Miliar pada Kuartal I-2026

Terkini | idxchannel | Kamis, 16 April 2026 - 13:54
share

IDXChannel - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencetak kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) itu membukukan laba Rp91 miliar pada kuartal I-2026.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani menilai, kondisi industri pembiayaan saat ini belum sepenuhnya pulih, terutama pada segmen otomotif. Hal ini mendorong perusahaan menyesuaikan arah ekspansi dengan menyalurkan pembiayaan secara lebih selektif sehingga kualitas portofolio tetap terjaga.

Pendekatan ini memungkinkan BRI Finance mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus menjaga peran dalam mendukung lini pembiayaan konsumer di dalam ekosistem BRI Group.

Dhani mengatakan, di saat yang sama, perusahaan terus melihat adanya ruang pertumbuhan, seiring kebutuhan pembiayaan masyarakat yang tetap berkembang. Sinergi dalam BRI Group dinilainya menjadi salah satu faktor penting dalam membuka peluang tersebut.

“Sebagai bagian dari BRI Group, kami terus mengoptimalkan sinergi untuk menangkap peluang pertumbuhan, khususnya pada sektor pembiayaan konsumer yang masih memiliki potensi besar. Pendekatan ini kami lakukan secara terukur, dengan tetap mengedepankan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Upaya BRI Finance menjaga kualitas portofolio pembiayaan juga tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) yang tetap terjaga di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Hingga Maret 2026, BRI Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 131,53 persen secara tahunan, mencerminkan momentum pemulihan. Hal ini juga menjadi indikasi awal dari membaiknya permintaan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance nasional mencapai Rp512,14 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 1,01 persen secara tahunan. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat Rp508,27 triliun dengan pertumbuhan 0,78 persen, mengindikasikan adanya perbaikan secara bertahap di industri.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik