Belum Lama IPO, Dua Emiten Ini Catatkan Penurunan Jumlah Investor hingga 80 Persen Lebih
IDXChannel—Dua emiten yang belum lama ini menggelar pencatatan perdana, mencatatkan penurunan jumlah pemegang saham secara drastis, yakni hingga di atas 80 persen sepanjang kuartal I-2026.
Kedua emiten ini adalah produsen sarang walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dan bank digital PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). RLCO menggelar penawaran perdana lebih awal dari SUPA, yakni pada 8 Desember 2025.
Sementara SUPA mencatatkan saham secara perdana pada 17 Desember 2025. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, keduanya mencatatkan penurunan jumlah pemegang saham secara signifikan.
Jumlah investor SUPA hingga akhir Maret silam tercatat mencapai 107.501 SID, menurun 9.637 investor dari Februari. Namun, jumlah investor SUPA tercatat menurun sejak Januari. Penurunan pada periode tersebut pun cukup tajam, yakni hingga 121.771 SID.
Sementara pada Desember, SUPA mencatatkan penambahan jumlah investor usai IPO. Pada tanggal penawaran perdana, jumlah investor SUPA mencapai 696.202 SID. Lalu bertambah 263.395 SID pada akhir Desember.
Lalu pada Januari, SUPA mulai mencatat penurunan jumlah pemegang saham. Dalam tiga bulan terakhir, penurunan jumlah pemegang saham SUPA mencapai 84,56 persen. Dengan penurunan jumlah investor mencapai 588.701 SID.
Sementara RLCO mencatatkan penurunan jumlah pemegang saham hingga 93,30 persen sepanjang kuartal I-2026. Jumlah investor RLCO saat ini mencapai 34.711 SID, sementara pada masa listing jumlah investornya mencapai 518.156 SID.
Jumlah pemegang saham RLCO bertambah 279.042 SID pada akhir Desember 2025. Lalu pada Januari, jumlah investor RLCO merosot tajam menjadi 79.850 SID saja. Lalu kembali menurun pada Februari menjadi 40.238 SID dan kembali berkurang menjadi 34.711 SID pada Maret.
Sejak listing hingga akhir kuartal I-2026, RLCO telah kehilangan 483.445 investor secara bertahap dalam tiga bulan perdagangan.
Kini SUPA diperdagangkan di kisaran Rp930 per unit (15/4/2026), naik tipis 0,54 persen secara year to date. Sementara RLCO diperdagangkan di kisaran Rp6.575 per unit, naik 238 persen sejak awal tahun.
(Nadya Kurnia)










