ARKO Ubah Susunan Manajemen, Kembali Diisi dari Grup Astra
IDXChannel - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) resmi merombak susunan jajaran manajemen perseroan. Perwakilan dari Grup Astra selaku investor strategis kembali terlibat dalam kepengurusan di emiten energi terbarukan tersebut.
Sebagai informasi, Grup Astra memiliki 777,5 juta saham atau setara dengan 26,55 persen saham ARKO. Kepemilikan saham tersebut dilakukan melalui PT Energia Prima Nusantara yang merupakan entitas usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII).
Perombakan tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Rabu (8/4/2026). Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Iwan Hadiantoro selaku Komisaris (2022-2025) dan Boy Gemino Kalauserang sebagai Direktur (2022-2025).
Masa jabatan keduanya berakhir sehubungan dengan penugasan terbaru di Grup Astra pada 2026. Seiring dengan pengunduran diri tersebut, RUPST menyetujui pengangkatan Chinthya Theresa sebagai Komisaris dan Terry Tendo sebagai Direksi di mana keduanya juga berasal dari Grup Astra.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Wan Hadiantoro dan Boy Gemino Kalauserang selama masa jabatannya. Kami mendoakan kesuksesan dalam menjalankan amanah profesional selanjutnya," kata Direktur Utama ARKO, Aldo Artoko melalui keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Dia juga menyampaikan harapan agar jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan, serta dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja ARKO ke depan.
Komisaris Utama ARKO, Arya Pradana Setiadharma menyebut, perseroan meraih pendapatan Rp343,3 miliar sepanjang 2025, tumbuh 43,7 persen secara tahunan. Dari sisi operasionial, perseroan mencatat produksi listrik sebesar 151,8 MWh, naik 56,1 persen secara tahunan, didukung oleh proyek Yaentu.
Salah satu momen penting yang terjadi pada tahun lalu yakni keberhasilan ARKO mendapatkan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PP) proyek Pongbembe 20 MW sebagai proyek pembangkit listrik ke-6 dan terbesar miliki perseroan.
PPA ini berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi yang ditargetkan pada 2030. Produksi dari proyek itu diperkirakan mencapai 97.218 MWh yang seluruhnya diserap oleh PT PLN (Persero).
Kinerja operasional yang positif sepanjang tahun lalu mendorong ARKO mencetak laba bersih Rp63,9 miliar pada 2025, tumbuh 52,9 persen. Margin laba bersih juga meningkat 111 basis poin (bps) menjadi 18,6 persen.
Kinerja keuangan dan operasional juga turut didukung oleh kontribusi ARKO dalam pengurangan gas rumah kaca lewat proyek pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan. Sejak 2017, perseroan mencatat reduksi emisi sebesar ±277.241 ton COâeq.
"Setelah proyek Tomoni dan proyek Pongbembe mulai beroperasi, kami memperkirakan total reduksi emisi akan bertambah ±181.503 ton COâeq per tahun. Dengan demikian, target Net Zero Emission pada 2060 dapat semakin cepat kita raih,” pungkas Arya.
Berikut susunan Direksi dan Komisaris ARKO hasil RUPST 8 April 2026:
KOMISARIS
Komisaris Utama : Arya Pradana Setiadharma
Komisaris : Chinthya Theresa
Komisaris : Indarto
DIREKSI
Direktur Utama : Aldo Artoko
Direktur : Ricky Hartono
Direktur : Ismu Nugroho
Direktur : Terry Tando
Ternyata Ini Penyebab Rupiah Melemah Rp17.000 per Dolar AS, Terendah sejak Krisis Moneter 1998
(Rahmat Fiansyah)









