Samsung Diprediksi Cetak Laba Rp455 Triliun pada Kuartal I-2026, Naik 6 Kali Lipat

Samsung Diprediksi Cetak Laba Rp455 Triliun pada Kuartal I-2026, Naik 6 Kali Lipat

Terkini | idxchannel | Minggu, 5 April 2026 - 12:50
share

IDXChannel - Samsung Electronics diperkirakan mencatatkan peningkatan laba operasional hingga enam kali lipat pada periode Januari-Maret 2026.

Dilansir dari Reuters pada Minggu (5/4/2026), Samsung diuntungkan lonjakan harga chip akibat booming kecerdasan buatan (AI).

Didukung oleh apa yang disebutnya sebagai "siklus super yang belum pernah terjadi sebelumnya" untuk chip memori, Samsung diproyeksikan akan membukukan laba sebesar 40,5 triliun won (S$34 miliar) pada hari Selasa dengan peningkatan pendapatan sebesar 50 persen, 

Menurut LSEG SmartEstimate, Samsung diproyeksikan membukukan laba sebesar 40,5 triliun won atau sekitar Rp455 triliun pada kuartal lalu.

Sebagai perbandingan, produsen chip memori terbesar di dunia ini mencatatkan laba operasional sebesar 43,6 triliun won untuk setahun penuh pada 2025.

Beberapa analis bahkan lebih optimistis. Citi memperkirakan laba operasional hingga 51 triliun won pada kuartal lalu.

"Tidak bisa meminta yang lebih baik dari ini," kata Analis Daol Investment & Securities Ko Yeongmin.

Meski demikian, investor kemungkinan akan lebih fokus pada petunjuk apa pun mengenai sejauh mana perang di Timur Tengah dapat memengaruhi momentum pertumbuhan Samsung.

Namun, Samsung biasanya tidak banyak bicara tentang prospeknya sampai memberikan rincian pendapatan yang lebih detail yang baru akan dirilis akhir bulan ini.

Perang tersebut telah meningkatkan biaya energi dan mengganggu rantai pasok. Hal ini berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk mengurangi investasi mereka di sektor AI.

Ada juga beberapa tanda penurunan harga spot untuk chip memori DRAM. Produsen perangkat telah menaikkan harga ponsel pintar, komputer, dan produk lainnya, sehingga mengurangi permintaan konsumen.

Hal-hal tersebut, serta peluncuran teknologi penghemat memori dari Google yang disebut TurboQuant bulan lalu, telah berkontribusi pada aksi jual saham produsen chip memori, dengan saham Samsung kehilangan 14 persen sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Meskipun demikian, saham tersebut masih naik 50 persen sejak awal tahun ini, didukung oleh rencana investasi AI dari perusahaan teknologi besar senilai ratusan miliar dolar. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik