Bursa Asia Reli Didorong Harapan Meredanya Konflik Timur Tengah

Bursa Asia Reli Didorong Harapan Meredanya Konflik Timur Tengah

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 1 April 2026 - 10:24
share

IDXChannel – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), dipimpin lonjakan indeks Jepang setelah muncul harapan meredanya konflik Timur Tengah yang meningkatkan selera risiko global.

Indeks Nikkei 225 melonjak 3,87 persen ke 53.039,72, memulai April dengan kuat setelah mencatat kinerja bulanan terburuk sejak krisis keuangan global 2008 pada Maret. Indeks Topix turut naik 3,67 persen ke 3.626,33.

General Manager Investment Research Department IwaiCosmo Securities Shoichi Arisawa mengatakan pasar mulai percaya konflik menuju akhir meski ketidakpastian masih ada.

“Masih ada ketidakpastian terkait arah perang, tetapi pasar mulai yakin konflik bergerak menuju akhir. Jika harga minyak stabil, perusahaan domestik akan lebih mudah menyusun proyeksi kinerja tahun fiskal ini,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Sentimen positif datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga pekan, tanpa prasyarat kesepakatan dari Teheran.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI melonjak sekitar 6,59 persen ke 5.385, berbalik tajam setelah empat hari penurunan.

Penguatan ditopang meredanya ketegangan geopolitik serta lonjakan ekspor Korea Selatan sebesar 48,3 persen secara tahunan menjadi USD86,1 miliar pada Maret, terutama dari sektor semikonduktor.

Kenaikan juga terjadi di kawasan lain, dengan indeks Shanghai Composite naik 1,38 persen, Hang Seng Index menguat 1,73 persen, S&P/ASX 200 naik 1,67 persen, dan Straits Times Index meningkat 1,67 persen.

Penguatan bursa Asia sejalan dengan reli Wall Street semalam. Indeks S&P 500 naik 2,91 persen ke 6.528,52, Nasdaq Composite melonjak 3,83 persen ke 21.590,63, dan Dow Jones Industrial Average menguat 2,49 persen ke 46.341,51.

Reli di Wall Street dipicu laporan The Wall Street Journal yang menyebut Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meski Selat Hormuz masih berisiko tertutup, sehingga memicu spekulasi de-eskalasi konflik dan meredakan kekhawatiran inflasi global. (Aldo Fernando)

Topik Menarik