Aluminium Pimpin Kenaikan Harga Logam Dasar, Pasokan Ketat dan Data China Jadi Pendorong
IDXChannel – Harga logam dasar menguat pada perdagangan Selasa (31/3/2026), dipimpin aluminium yang melanjutkan kenaikan seiring kekhawatiran gangguan pasokan global akibat konflik Timur Tengah serta membaiknya data manufaktur China.
Aluminium memperpanjang penguatannya setelah pasar mulai memperhitungkan potensi pengetatan pasokan yang berkepanjangan usai serangan Iran merusak smelter utama di kawasan Teluk.
Melansir dari Reuters, kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange naik 1,16 persen menjadi 24.810 yuan per ton, sementara aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,69 persen menjadi USD3.458,50 per ton.
Kekhawatiran pasokan terus berlanjut karena pelaku pasar tidak lagi hanya melihat gangguan sementara seperti penutupan Selat Hormuz, tetapi juga risiko guncangan pasokan jangka panjang yang bisa bertahan meski tensi perang mereda.
Serangan Iran sebelumnya dilaporkan merusak dua pabrik aluminium di kawasan Teluk yang dioperasikan Aluminium Bahrain dan Emirates Global Aluminium, yang menyumbang sekitar 8 persen pasokan global, meski kedua perusahaan belum memberikan pembaruan operasi.
Pasar fisik juga mulai menunjukkan tanda kekurangan pasokan.
Persediaan aluminium di gudang LME tercatat turun sejak Oktober tahun lalu dan berada di level 418.675 ton per 27 Maret, terendah sejak Juli tahun lalu.
Dari sisi permintaan, data manufaktur China turut menopang harga logam. Indeks PMI manufaktur resmi China pada Maret tercatat 50,4, naik dari 39,0 pada bulan sebelumnya dan kembali berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, menurut Biro Statistik Nasional China.
Logam dasar lainnya di Shanghai Futures Exchange bergerak bervariasi, dengan tembaga naik 0,24 persen, seng menguat 0,49 persen, timbal naik 0,18 persen, nikel turun 0,35 persen, dan timah melonjak 1,62 persen.
Sementara di LME, tembaga naik 0,18 persen, seng menguat 0,19 persen, timbal naik 0,18 persen, nikel turun 0,19 persen, dan timah naik 0,30 persen. (Aldo Fernando)










