Wall Street Ditutup Beragam, Komentar Powell Bawa Angin Segar di Tengah Perang Timur Tengah
IDXChannel - Indeks saham utama Wall Street ditutup bervariasi pada Senin (30/3/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada Teheran.
Di sisi lain, komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell memberikan sedikit dukungan bagi pasar. Powell mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tampaknya masih stabil meskipun ada guncangan harga energi saat ini.
Namun, The Fed belum bisa mengambil keputusan terkait langkah kebijakan selanjutnya.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 49,50 poin atau 0,11 persen ke 45.216,14. S&P 500 turun 25,13 poin atau 0,39 persen ke 6.343,72. Sementara Nasdaq Composite turun 153,72 poin atau 0,73 persen ke 20.794,64.
Trump menyebut AS tengah menjalin komunikasi serius dengan pihak yang dia anggap “lebih rasional” untuk mengakhiri konflik. Namun di sisi lain, dia tetap menegaskan ancaman jika Selat Hormuz tidak dibuka, Iran berisiko menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya. Sementara itu, Iran menilai proposal damai dari Washington tidak realistis.
Di saat yang sama, konflik justru semakin meluas. Milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman ikut terlibat dalam perang selama akhir pekan.
Para investor kini masih dibayangi ketidakpastian seputar konflik Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi.
Ketiga indeks utama sempat dibuka menguat setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Sejak perang dimulai, Dow Jones Industrial Average, Nasdaq Composite, dan Russell 2000 telah masuk ke wilayah koreksi, yaitu turun sekitar 10 persen dari level tertinggi sebelumnya.
Saham teknologi menjadi salah satu penekan terbesar pada S&P 500, dengan indeks semikonduktor turun 4,2 persen.
(NIA DEVIYANA)









