Kinerja DVLA Menguat di 2025, Laba Bersih Capai Rp163,95 Miliar
IDXChannel – PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Emiten farmasi ini mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, DVLA mencatat laba bersih sebesar Rp163,95 miliar atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan capaian pada 2024 yang sebesar Rp156,15 miliar.
Emiten yang berada di bawah kendali Blue Sphere Singapore Pte Ltd tersebut juga membukukan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,09 triliun.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan perseroan meningkat relatif terbatas sebesar 2,9 persen secara tahunan menjadi Rp1,02 triliun. Dengan demikian, laba bruto DVLA naik dua digit sebesar 10,6 persen menjadi Rp1,21 triliun pada 2025.
Kinerja tersebut turut mendorong kenaikan laba usaha yang tercatat sebesar Rp216,23 miliar atau tumbuh 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp220,19 miliar, meningkat sekitar 5 persen secara tahunan.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp56,24 miliar, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp163,95 miliar atau naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat sebesar Rp163,95 miliar.
Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,48 triliun, meningkat 2,1 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp1,45 triliun.
Sementara itu, total liabilitas perseroan meningkat 22,2 persen secara tahunan menjadi Rp870,44 miliar, yang sebagian besar merupakan kewajiban jangka pendek sebesar Rp679,93 miliar.
Adapun total aset DVLA pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp2,35 triliun atau naik 8,7 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Di sisi likuiditas, kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp341,56 miliar per 31 Desember 2025, turun 4,5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp357,82 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)








