Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.100 Pekan Ini Dibayangi Krisis Energi Global

Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.100 Pekan Ini Dibayangi Krisis Energi Global

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 29 Maret 2026 - 13:50
share

IDXChannel - Nilai tukar rupiah berisiko melemah ke Rp17.100 per USD pada pekan ini dibayangi oleh isu krisis energi global.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, mata uang Garuda berpotensi menyentuh level psikologis baru yang cukup mengkhawatirkan akibat penguatan indeks dolar.

“Itu (rupiah) kemungkinan besar akan menuju level Rp17.100 per USD. Ingat Rp17.100 per USD,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (29/3/2026).

Ibrahim juga memproyeksikan indeks dolar akan bergerak kuat di rentang 99,300 hingga 101,600, yang secara langsung akan memicu pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Faktor utama yang mendorong penguatan dolar dan pelemahan rupiah adalah memanasnya situasi di Timur Tengah, terutama terkait ancaman pemblokiran Selat Hormuz. 

Eskalasi militer yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menyebabkan gangguan serius pada produksi minyak dunia.

Menurut Ibrahim, produksi minyak di Timur Tengah berkurang hingga 10 juta barel per hari. Kondisi ini diperparah dengan serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak di Rusia yang memicu kelangkaan energi global.

“Geopolitik di Timur Tengah ini pun juga masih rame. Apalagi tentang pembatasan transportasi di Selat Hormuz. Kemudian tentang penyerangan yang ditunda Perang pun juga masih terus terjadi. Bahkan Timur Tengah sendiri sampai saat ini mengalami pengurangan itu 10 juta barel per hari,” tutur dia.

Di tengah volatilitas mata uang, Ibrahim melihat bank Sentral global terus melakukan aksi beli logam mulia sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Pelemahan rupiah justru dipandang sebagai penahan koreksi harga emas di dalam negeri.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,45 persen secara harian ke Rp16.980 per USD.

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32 persen secara harian ke Rp16.957 per USD.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Senin (30/3/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp16.980-Rp17.030 per USD.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik