Transaksi Nego Jumbo Rp18 Triliun di FAP Agri (FAPA) Milik Keluarga Fangiono

Transaksi Nego Jumbo Rp18 Triliun di FAP Agri (FAPA) Milik Keluarga Fangiono

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 26 Maret 2026 - 12:24
share

IDXChannel – Transaksi jumbo terjadi di pasar negosiasi saham emiten sawit milik keluarga Fangiono, PT FAP Agri Tbk (FAPA), pada Kamis (26/3/2026) pagi.

Nilai transaksi tersebut mencapai Rp18,71 triliun dan menjadi salah satu transaksi terbesar yang tercatat di pasar negosiasi dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data pasar, transaksi dilakukan pada harga rata-rata Rp6.500 per saham dengan volume mencapai 28,87 juta lot atau setara 2,88 miliar saham. Harga tersebut berada di bawah harga pasar reguler FAPA yang tercatat Rp6.700 per saham hingga pukul 11.44 WIB.

Selain transaksi jumbo tersebut, tercatat pula satu transaksi negosiasi lainnya pada harga Rp6.550 per saham dengan volume 8,40 juta saham senilai Rp55,02 miliar pada pagi hari.

Identitas pembeli dan penjual dalam transaksi negosiasi tersebut belum diungkap.

Namun, jumlah saham yang ditransaksikan mendekati kepemilikan Prinsep Management Limited yang tercatat memiliki sekitar 2.878.633.330 saham atau sekitar 2,88 miliar unit di FAPA.

FAPA sendiri merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah kendali keluarga Fangiono.

Mengutip data bursa, Wirastuty Fangiono merupakan ultimate beneficiary owner (UBO) atau pemilik terakhir FAP Agri.

Perusahaan ini melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021 dan didirikan pada 1994 dengan konsesi lebih dari 110.000 hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Menurut Forbes, Wirastuty juga memiliki kepemilikan di First Resources, perusahaan sawit yang tercatat di bursa Singapura dan dipimpin oleh adiknya, Ciliandra Fangiono.

Ciliandra menjabat sebagai CEO First Resources dan melanjutkan bisnis keluarga yang dirintis ayahnya, Martias Fangiono, lebih dari tiga dekade lalu.

Sebelum bergabung dengan bisnis keluarga, ia sempat bekerja di divisi investment banking Merrill Lynch di Singapura serta meraih penghargaan PriceWaterhouse Book Prize saat menempuh studi ekonomi di Cambridge University.

Di pasar reguler, saham FAPA selama ini dikenal kurang likuid. Rata-rata transaksi harian hanya berkisar 9.000–10.000 lot, dengan nilai perdagangan pada hari ini sekitar Rp350 juta.

Jumlah investor FAPA juga tergolong minim, yakni hanya sekitar 360 pemegang saham per 28 Februari 2026.

Berkat transaksi jumbo saham FAPA di pasar negosiasi tersebut, nilai transaksi total di Bursa Efek Indonesia melonjak signifikan hingga mencapai Rp25,82 triliun sampai Kamis siang, jauh di atas rata-rata nilai transaksi harian. (Aldo Fernando)

Topik Menarik