BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman Hadapi Arus Balik Lebaran 2026
IDXChannel - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak nasional tetap aman menghadapi arus balik Lebaran 2026, termasuk di wilayah Kalimantan Barat yang sebelumnya sempat mengalami antrean panjang di sejumlah SPBU akibat lonjakan permintaan dan panic buying.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan pemerintah sesuai arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM tetap terjaga melalui pengawasan intensif bersama Pertamina Patra Niaga.
"Pemerintah, sebagaimana arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya. Monitoring kualitas juga rutin dilakukan dan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman," kata Fathul, Selasa (24/3/2026).
Sebelumnya, antrean kendaraan sempat mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat sejak malam takbiran 20 Maret 2026. Menyikapi kondisi tersebut, suplai BBM ke wilayah terdampak ditingkatkan dan sejumlah SPBU di Pontianak dioperasikan selama 24 jam untuk mengurai antrean.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut kondisi distribusi BBM per 23 Maret 2026 telah berangsur normal.
"Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang dalam kondisi sedang, sementara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih terus diupayakan untuk mengurangi antrean yang masih relatif padat," ujarnya.
Tercatat selama periode 9-22 Maret 2026, penyaluran Pertalite dan Pertamax Series di Kalimantan Barat mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari atau naik 19,8 persen dibanding kondisi normal.
Puncak kenaikan tercatat mencapai 54 persen pada 20 Maret 2026. Sementara penyaluran solar tercatat 1.420 kiloliter per hari atau turun 3,7 persen dari kondisi normal, dengan lonjakan tertinggi 20 persen pada 18 Maret 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menambahkan penguatan distribusi di Kalimantan Barat dilakukan secara menyeluruh agar ketersediaan BBM tetap terjaga.
"Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kondisi saat ini sudah berangsur kondusif. Kami juga telah mendorong pihak SPBU untuk tetap beroperasi optimal serta melakukan pengawasan lebih ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," tandasnya.
(Febrina Ratna Iskana)










