Mau Akuisisi Jungleland, Rights Issue JGLE Disorot Bursa
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti rencana PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dalam melakukan rights issue guna mengakuisisi mayoritas saham PT Jungleland Asia (JLA).
Manajemen JGLE menjelaskan, dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengambil alih saham JLA yang dimiliki oleh PT Adiprotek Envirodunia (AE) dengan nilai transaksi mencapai Rp413,93 miliar.
"Nilai tersebut telah ditetapkan berdasarkan hasil penilaian oleh penilai independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata manajemen dalam menjawab pertanyaan Bursa, Selasa (17/3/2026).
Dalam aksi ini, perseroan menetapkan harga pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar Rp50 per saham. Dengan harga tersebut, JGLE perlu menerbitkan sekitar 8,28 miliar saham baru.
Jumlah saham baru ini jika dibandingkan dengan saham yang telah beredar, diperoleh rasio mendekati 270:99 dengan total unit HMETD sekitar 8,28 miliar.
Manajemen menyebutkan, penetapan harga pelaksanaan mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kondisi pasar saat ini, kemampuan pemegang saham untuk berpartisipasi, kondisi keuangan perseroan, serta kebutuhan pendanaan.
Lebih lanjut, akuisisi Jungleland dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Kawasan tersebut berada di Sentul dengan dukungan fasilitas premium dan infrastruktur yang memadai, sehingga dinilai lebih cepat dikembangkan dan menghasilkan pendapatan dibandingkan lahan eksisting perseroan.
Saat ini, lahan pengembangan perumahan berskala besar milik perseroan masih terkonsentrasi di wilayah Kota Bogor dan Jonggol. Dengan masuknya aset Jungleland di kawasan Sentul, JGLE berharap dapat memperluas diversifikasi portofolio properti.
(DESI ANGRIANI)







