Penjualan Naik, Laba Mayora Indah (MYOR) Turun Jadi Rp2,9 Triliun di 2025
IDXChannel - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025 di tengah kenaikan penjualan. Angka itu mencerminkan lonjakan beban penjualan dan operasional di saat ekonomi domestik belum sepenuhnya pulih.
Dalam laporan keuangan auditan yang dikutip Kamis (19/3/2026), penjualan bersih Mayora tumbuh 7,2 persen menjadi Rp38,7 triliun. Penjualan ditopang oleh dua segmen, yakni makanan olahan dalam kemasan (biskuit, wafer, permen, dan cokelat) dan minuman olahan dalam kemasan (kopi dan minuman kesehatan).
Segmen makanan olahan dalam kemasan menyumbang penjualan Rp24,1 triliun atau 62 persen dari total penjualan. Sedangkan sisanya dikontribusikan minuman olahan dalam kemasan sebesar Rp18,2 triliun. Dikurangi eliminasi Rp3,7 triliun, total penjualan tercatat Rp38,7 triliun.
Dari sisi geografi, penjualan lokal mencapai Rp22,8 triliun, tumbuh 10 persen secara tahunan. Sementara penjualan ekspor tumbuh 3 persen menjadi Rp15,9 triliun. Perseroan juga mencatat retur Rp23 miliar, naik dibandingkan 2024 yang sebesar Rp15 miliar.
Rupiah Tertekan Keluarnya Modal Asing, Reformasi Pasar Modal Diyakini Pulihkan Kepercayaan Investor
Di tengah kenaikan penjualan, beban penjualan dan operasional juga ikut meningkat. Beban pokok penjualan naik 8,7 persen menjadi Rp30,2 triliun. Senada, beban usaha juga naik 8,7 persen menjadi Rp4,8 triliun.
Kenaikan beban usaha terutama berasal dari iklan dan promosi yang merupakan pos terbesar dari total beban usaha. Pos ini meningkat 12 persen menjadi Rp2,86 triliun.
Di samping itu, beban gaji juga naik 7,4 persen menjadi Rp800 miliar, terutama disumbang oleh gaji divisi penjualan yang naik 21 persen. Sementara beban logistik terpantau stabil di level Rp598 miliar meski penjualan meningkat.
Mayora juga memperoleh laba dari selisih kurs hingga Rp231 miliar, naik 55 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp148 miliar. Hal ini merupakan imbas dari penjualan ekspor yang diuntungkan oleh apresiasi dolar AS.
Laba sebelum pajak mencapai Rp3,62 triliun, turun 6,8 persen. Setelah dikurangi pajak, laba bersih Mayora terkontraksi 4,5 persen menjadi Rp2,9 triliun imbas beban pajak yang lebih rendah.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas Mayora pada akhir 2025 cukup solid dengan nilai Rp5,8 triliun, naik 27 persen. Sementara ekuitas tumbuh 7,6 persen menjadi Rp18,1 triliun seiring laba bersih yang diraih perseroan.
(Rahmat Fiansyah)










